Lama tak hujan, harga pasir Merapi meroket
Merdeka.com - Volume pasir di hampir seluruh sungai di lereng Gunung Merapi semakin menipis. Kondisi tersebut membuat pasir semakin langka di pasaran Jawa Tengah dan sekitarnya. Akibatnya harga pasir mengalami kenaikan tajam, baik di dam maupun di pasaran.
Camat Kemalang, Kabupaten Klaten, Bambang Haryoko membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya kelangkaan pasir disebabkan deposit pasir dan batu pascaerupsi Merapi pada 2010 lalu hampir habis.
"Di sini kan sudah lama tak terjadi hujan. Jadi material yang ada di puncak Merapi tidak bisa terbawa ke sungai," ujar Bambang, kepada merdeka.com, Jumat (16/5).
Menurut Bambang warga dan penambang pasir saat ini berharap agar turun hujan di puncak Merapi. Jika material berupa batu dan pasir tak segera mengisi sungai di Kali Woro dan Gendol, dikhawatirkan terjadi kelangkaan pasir yang lebih parah. Jika pasir langka, lanjut Bambang, dipastikan banyak juga warga yang akan menganggur.
"Harapannya terjadi hujan deras di puncak Merapi, tapi jangan membawa korban. Sehingga pasirnya bisa digunakan lagi," harapnya.
Menurut Bambang, harga pasir asal Dam Kendasari saat ini mencapai Rp 300 ribu hingga Rp 350 ribu per rit/truk. Padahal harga normal hanya Rp 200 ribu. Harga ini akan semakIn melambung setelah sampai ke pengecer, yakni lebih dari dua kali lipat.
Mahalnya pasir tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi proyek pemerintah di Klaten dan sekitarnya yang selama ini menggunakan pasir Merapi.
"Semakin langka, baik di Kali Woro dan Kali Gendol. Kalau di Woro kan nunggu hujan, di Kali Gendol mungkin bisa pakai escavator. Karena sekarang yang operasi di Woro semua penambang manual," katanya.
Bambang menuturkan warga Merapi saat ini hanya bisa menunggu hujan deras di puncak. Dari hujan tersebut kemudian akan menjadi lahar hujan baru, yang kemudian membawa pasir dan batu. Sehingga harga pasir akan segera turun dan menjadi normal.
Wahono, salah satu pengecer pasir asal Wonosari, Klaten mengiyakan kelangkaan pasir tersebut. Menurutnya harga pasir satu truk bisa mencapai Rp. 1 juta.
"Dulu cuma Rp 600 ribu, sekarang bisa sampai Rp 1 juta, itupun susah dapatnya. Pasirnya yang dari Merapi sudah jarang," keluhnya.
JASA BANGUN DAN JASA RENOVASI: JASA BANGUN RUMAH, RUMAH MEWAH, RUMAH KOS, KOS EKSKLUSIF, JASA RENOVASI MURAH, KONTRAKTOR MURAH, JASA BANGUN MURAH JOGJA, BANGUN RUMAH, ARCHITECT, PROPERTI,PEMBORONG, JASA BANGUN, BERKUALITAS, KONSULTASI RUMAH, PENGEMBANG,
Friday, October 23, 2015
Thursday, September 10, 2015
Harga Pasir Merapi Meroket
Harga Pasir Merapi Meroket
Di Magelang Tembus Rp 1,25 Juta/ Rit
MUNTILAN – Harga pasir Merapi sejak tiga bulan terakhir tembus Rp 1,25 juta/ rit dengan volume sekitar lima meter kubik. Tingginya harga tersebut, diduga akibat sulit mendapatkan pasir. Sejak beberapa tahun lalu, tak ada banjir yang memenuhi kantong- kantong lahar di sungai-sungai yang berhulu di kaki Gunung Merapi. Karena itu, deposit pasir habis akibat ditambang secara terus menerus. Kendati demikian, harga pasir terus meroket. Akhir 2014 masih Rp 150.000/m3. Menjelang Idul Fitri 2015 naik Rp 10.000/m3. Tetapi sejak tiga bulan silam harga pasir di lokasi penambangan Rp 175.000/m3. Jika beli di depo Rp 180.- 000/m3. ‘’Harga jual di Kota Magelang Rp 1,25 juta/ rit, sudah termasuk BBM dan ongkos bongkar muat,’’ kata Parjo (40), sopir truk asal Mertoyudan, Magelang. Ia mengemukakan, dirinya membeli pasir dari penambang manual. Warna pasir sekarang memang tak lagi hitam. Tetapi agak kecokelatan. Tak Mudah Untuk membeli pasir dengan kondisi begitu saja, tak mudah, jika tak punya akses dan komunikasi yang baik dengan penambang manual. Aktivitas penambangan biasa berlangsung pagi hingga siang hari. Setelah itu, anggota kelompok penambang mencegat sopir truk di jalur menuju area penambangan. Transaksi bisa dilakukan jika sudah ada kesepakatan harga. Dari pantauan di jalur Magelang-Yogyakarta, sejumlah depo pasir terlihat sepi tanpa aktivitas.
Alat berat yang digunakan untuk bongkar muat, diparkir di dekat tumpukan pasir yang sudah tak lagi menggunung. Jumlah truk pasir yang masuk Pos Pemungutan Pajak Mineral Non Logam dan Batuan di Pare, Mungkid, juga makin berkurang. Hingga mendekati Lebaran 2015, yang dipungut pajak masih di atas 2.000 truk per hari. Tetapi selepas Idul Fitri, jumlah truk pengangkut pasir berkurang menjadi sekitar 1.500 truk/hari. “Sekarang, hanya tinggal sekitar 1.000 truk,” kata beberapa petugas di pos itu. Dampaknya, pendapatan daerah dari pajak mineral bukan logam, dikhawatirkan cenderung menurun.
Di Magelang Tembus Rp 1,25 Juta/ Rit
MUNTILAN – Harga pasir Merapi sejak tiga bulan terakhir tembus Rp 1,25 juta/ rit dengan volume sekitar lima meter kubik. Tingginya harga tersebut, diduga akibat sulit mendapatkan pasir. Sejak beberapa tahun lalu, tak ada banjir yang memenuhi kantong- kantong lahar di sungai-sungai yang berhulu di kaki Gunung Merapi. Karena itu, deposit pasir habis akibat ditambang secara terus menerus. Kendati demikian, harga pasir terus meroket. Akhir 2014 masih Rp 150.000/m3. Menjelang Idul Fitri 2015 naik Rp 10.000/m3. Tetapi sejak tiga bulan silam harga pasir di lokasi penambangan Rp 175.000/m3. Jika beli di depo Rp 180.- 000/m3. ‘’Harga jual di Kota Magelang Rp 1,25 juta/ rit, sudah termasuk BBM dan ongkos bongkar muat,’’ kata Parjo (40), sopir truk asal Mertoyudan, Magelang. Ia mengemukakan, dirinya membeli pasir dari penambang manual. Warna pasir sekarang memang tak lagi hitam. Tetapi agak kecokelatan. Tak Mudah Untuk membeli pasir dengan kondisi begitu saja, tak mudah, jika tak punya akses dan komunikasi yang baik dengan penambang manual. Aktivitas penambangan biasa berlangsung pagi hingga siang hari. Setelah itu, anggota kelompok penambang mencegat sopir truk di jalur menuju area penambangan. Transaksi bisa dilakukan jika sudah ada kesepakatan harga. Dari pantauan di jalur Magelang-Yogyakarta, sejumlah depo pasir terlihat sepi tanpa aktivitas.
Alat berat yang digunakan untuk bongkar muat, diparkir di dekat tumpukan pasir yang sudah tak lagi menggunung. Jumlah truk pasir yang masuk Pos Pemungutan Pajak Mineral Non Logam dan Batuan di Pare, Mungkid, juga makin berkurang. Hingga mendekati Lebaran 2015, yang dipungut pajak masih di atas 2.000 truk per hari. Tetapi selepas Idul Fitri, jumlah truk pengangkut pasir berkurang menjadi sekitar 1.500 truk/hari. “Sekarang, hanya tinggal sekitar 1.000 truk,” kata beberapa petugas di pos itu. Dampaknya, pendapatan daerah dari pajak mineral bukan logam, dikhawatirkan cenderung menurun.
Tuesday, September 8, 2015
Berebut Berkah Pasir Merapi
Berebut Berkah Pasir Merapi
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA Waktu menunjukkan pukul 05.00. Sopir truk, Urip, mengawali aktivitasnya mengambil pasir Merapi di Sungai Gendol, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Warga Wedi, Kabupaten Klaten, ini berangkat satu jam lebih lambat dari hari biasanya lantaran puasa.
Melewati rute Manisrenggo menuju Sungai Gendol, ia mengemudikan truk milik bosnya dengan kecepatan 60 kilometer/jam. Hanya butuh satu jam untuk sampai di lokasi penambangan pasir.
Pagi itu, di kantong Urip terselip Rp 500 ribu, pemberian sang bos. Uang tersebut untuk biaya operasional pengambilan pasir Merapi, pesanan seorang kontraktor perumahan di Klaten. "Saya harus ngatur waktu, supaya bisa mengambil pasir dua kali sehari," ujarnya, baru-baru ini.
Tak hanya truk yang dikemudikan Urip, yang pagi itu antre di Sungai Gendol untuk segera dipenuhi pasir Merapi. Ratsan truk lain juga terlihat ada di sejumlah titik di Sungai Gendol dan siap dipenuhi pasir.
Beberapa saat kemudian, satu per satu truk-truk itu keluar dari Sungai dan bergerak menuju berbagai arah, sesuai lokasi antaran pasir.
Pemandangan itu, nyaris terjadi setiap hari, mulai subuh hungga petang. Ratusan, atau bahkan ribuan truk mengangkut pasir dari Sungai Gendol, untuk kemudian dijual ke sejumlah pihak di banyak wilayah.
Harga satu truk pasir bervariasi, tergantung jauh dekatnya dari lokasi penambangan. Di Klaten, misalnya, harga pasir untuk konsumen perseorangan Rp 380 ribu. Di Magelang, harga jual ke depo penampungan pada kisaran Rp 60 ribu per meter kubik atau rata-rata Rp 420 ribu per truk. (satu truk sekitar tujuh meter kubik).
Sejumlah pemilik depo penampungan pasir ini, kemudian menjual ke toko bangunan. Untuk sampai ke Solo, pengelola Depo menjual satu truk pasir Merapi Rp 600 ribu. Pemilik toko bangunan menjual ke konsumen Rp 200 ribu per bak mobil pikap, berisi sekitar 1,5 meter kubik
Semakin jauh lokasi antaran, semakin mahal harga jual pasir Merapi, karena ongkos angkut juga makin mahal. Di wilayah Demak dan sekitarnya, harga satu truk pasir Merapi berisi 6 7 meter kubik, bisa laku Rp 1 juta.
"Harga ini hanya untuk daerah Demak dan sekitarnya. Kalau dijual ke Jepara dan Rembang harganya lebih mahal lagi," kata Dewi, pegawai toko bangunan Al Barokah di Jalan Raden Patah, Demak. (*)
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA Waktu menunjukkan pukul 05.00. Sopir truk, Urip, mengawali aktivitasnya mengambil pasir Merapi di Sungai Gendol, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Warga Wedi, Kabupaten Klaten, ini berangkat satu jam lebih lambat dari hari biasanya lantaran puasa.
Melewati rute Manisrenggo menuju Sungai Gendol, ia mengemudikan truk milik bosnya dengan kecepatan 60 kilometer/jam. Hanya butuh satu jam untuk sampai di lokasi penambangan pasir.
Pagi itu, di kantong Urip terselip Rp 500 ribu, pemberian sang bos. Uang tersebut untuk biaya operasional pengambilan pasir Merapi, pesanan seorang kontraktor perumahan di Klaten. "Saya harus ngatur waktu, supaya bisa mengambil pasir dua kali sehari," ujarnya, baru-baru ini.
Tak hanya truk yang dikemudikan Urip, yang pagi itu antre di Sungai Gendol untuk segera dipenuhi pasir Merapi. Ratsan truk lain juga terlihat ada di sejumlah titik di Sungai Gendol dan siap dipenuhi pasir.
Beberapa saat kemudian, satu per satu truk-truk itu keluar dari Sungai dan bergerak menuju berbagai arah, sesuai lokasi antaran pasir.
Pemandangan itu, nyaris terjadi setiap hari, mulai subuh hungga petang. Ratusan, atau bahkan ribuan truk mengangkut pasir dari Sungai Gendol, untuk kemudian dijual ke sejumlah pihak di banyak wilayah.
Harga satu truk pasir bervariasi, tergantung jauh dekatnya dari lokasi penambangan. Di Klaten, misalnya, harga pasir untuk konsumen perseorangan Rp 380 ribu. Di Magelang, harga jual ke depo penampungan pada kisaran Rp 60 ribu per meter kubik atau rata-rata Rp 420 ribu per truk. (satu truk sekitar tujuh meter kubik).
Sejumlah pemilik depo penampungan pasir ini, kemudian menjual ke toko bangunan. Untuk sampai ke Solo, pengelola Depo menjual satu truk pasir Merapi Rp 600 ribu. Pemilik toko bangunan menjual ke konsumen Rp 200 ribu per bak mobil pikap, berisi sekitar 1,5 meter kubik
Semakin jauh lokasi antaran, semakin mahal harga jual pasir Merapi, karena ongkos angkut juga makin mahal. Di wilayah Demak dan sekitarnya, harga satu truk pasir Merapi berisi 6 7 meter kubik, bisa laku Rp 1 juta.
"Harga ini hanya untuk daerah Demak dan sekitarnya. Kalau dijual ke Jepara dan Rembang harganya lebih mahal lagi," kata Dewi, pegawai toko bangunan Al Barokah di Jalan Raden Patah, Demak. (*)
Thursday, August 20, 2015
Pasir Merapi Adalah Pasir Terbaik
Pasir Merapi Adalah Pasir Terbaik
Letusan Gunung Merapi banyak meninggalkan pasir hasil erupsi. Pasir yang terkandung dalam material vulkanik yang dimuntahkan gunung Merapi, merupakan pasir kualitas terbaik untuk bahan bangunan dengan kandungan silika (SiO) yang tinggi, kandungan besi (FeO) yang belum mengalami pelapukan dan memiliki kandungan lempung yang sangat sedikit. Selain membuat beton semakin kuat, sedikitnya lempung juga akan meningkatkan daya tahan beton dan membuat tingkat kekeroposan beton lebih rendah.(Jakarta, KOMPAS.COM).
Pasir Lumajang banyak digunakan sebagai bahan bangunan yang ada di Jawa Timur. Karena Pasir Lumajang merupakan agregat halus dengan kwalitas terbaik. Menurut Toha (2009), pasir Lumajang berasal dari campuran muntahan gunung semeru dengan kandungan zat besi yang tinggi. Parameter utama mutu beton adalah nilai kuat tekan dan modulus elastis. Kuat tekan beton adalah nilai test tekan beton silinder pada umur 28 hari dan modulus elastis adalah nilai rasio tegangan terhadap regangan. Kedua nilai ini berkaitan erat, dimana nilai modulus elastis berbanding lurus terhadap nilai kuat tekan. Pada penelitian ini dilakukan studi perbandingan nilai kuat tekan dan modulus elastis beton yang menggunakan pasir Merapi dan pasir Lumajang. Hasil studi menunjukkan bahwa hasil uji beton dengan pasir Merapi memiliki nilai kuat tekan beton lebih besar 8%, dan nilai modulus elastis lebih besar 4% terhadap beton dengan pasir Lumajang.
Letusan Gunung Merapi banyak meninggalkan pasir hasil erupsi. Pasir yang terkandung dalam material vulkanik yang dimuntahkan gunung Merapi, merupakan pasir kualitas terbaik untuk bahan bangunan dengan kandungan silika (SiO) yang tinggi, kandungan besi (FeO) yang belum mengalami pelapukan dan memiliki kandungan lempung yang sangat sedikit. Selain membuat beton semakin kuat, sedikitnya lempung juga akan meningkatkan daya tahan beton dan membuat tingkat kekeroposan beton lebih rendah.(Jakarta, KOMPAS.COM).
Pasir Lumajang banyak digunakan sebagai bahan bangunan yang ada di Jawa Timur. Karena Pasir Lumajang merupakan agregat halus dengan kwalitas terbaik. Menurut Toha (2009), pasir Lumajang berasal dari campuran muntahan gunung semeru dengan kandungan zat besi yang tinggi. Parameter utama mutu beton adalah nilai kuat tekan dan modulus elastis. Kuat tekan beton adalah nilai test tekan beton silinder pada umur 28 hari dan modulus elastis adalah nilai rasio tegangan terhadap regangan. Kedua nilai ini berkaitan erat, dimana nilai modulus elastis berbanding lurus terhadap nilai kuat tekan. Pada penelitian ini dilakukan studi perbandingan nilai kuat tekan dan modulus elastis beton yang menggunakan pasir Merapi dan pasir Lumajang. Hasil studi menunjukkan bahwa hasil uji beton dengan pasir Merapi memiliki nilai kuat tekan beton lebih besar 8%, dan nilai modulus elastis lebih besar 4% terhadap beton dengan pasir Lumajang.
Saturday, August 8, 2015
Pasir Merapi, Batu Alam, Batu Split
Pasir Merapi, Batu Alam, Batu Split
Selain menjual pasir merapi berkualitas terbaik, kami juga menjual batu split dan batu alam.
Gambar Pasir, Butuh Pasir Merapi, Pasir Bahan Bangunan, Pasir Merapi Muntilan, Pasir Gunung Merapi, Pasir Muntilan, Daftar Harga Pasir Merapi
Batu Alam, Batu Split, jual pasir merapi muntilan magelang klaten sleman yogyakarta, pasir bagus, pasir bangunan, pasir berkualitas, pasir merapi, pasir urug,
Selain menjual pasir merapi berkualitas terbaik, kami juga menjual batu split dan batu alam.
Gambar Pasir, Butuh Pasir Merapi, Pasir Bahan Bangunan, Pasir Merapi Muntilan, Pasir Gunung Merapi, Pasir Muntilan, Daftar Harga Pasir Merapi
Batu Alam, Batu Split, jual pasir merapi muntilan magelang klaten sleman yogyakarta, pasir bagus, pasir bangunan, pasir berkualitas, pasir merapi, pasir urug,
Thursday, July 16, 2015
Harga pasir untuk bahan bangunan yang bersumber dari lereng gunung Merapi melambung
Harga pasir untuk bahan bangunan yang bersumber dari lereng gunung Merapi melambung. Setelah erupsi 2010, harga pasir per truk hanya Rp 80 ribu di lokasi. Kini, harganya mencapai Rp 120 ribu per meter kubik. Padahal satu truk bisa berisi 6 hingga 7 meter kubik.
Harga pasir di toko-toko bangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai Rp 1 juta per truk, bahkan lebih. Dulu, harga pasir satu truk di Kota Yogyakarta hanya Rp 350 ribu hingga Rp 450 ribu. Di luar DIY bisa mencapai Rp 1,5 juta per truk atau lebih tergantung jarak.
"Pasir sudah sangat berkurang di lereng Merapi paskaerupsi 2010. Harganya semakin mahal karena diangkut ke truk secara manual. Ditambah lagi harga bahan bakar minyak naik," kata Sriyono, Kepala Urusan Pembangunan, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Kamis, 27 November 2014.
Mahalnya harga pasir dari material erupsi gunung itu sangat dipengaruhi oleh minimnya pasir, alat angkat, dan harga solar yang semakin melambung. Dulu, setelah erupsi 2010, di sekitar gunung Merapi ada sekitar 140 juta meter kubik material. Namun, seiring program normalisasi sungai dan aktivitas penambangan pasir, material semakin menyusut.
Selama empat tahun terakhir masyarakat di sekitar lereng gunung juga diuntungkan. Begitu pula para pengusaha pasir. Setiap hari ribuan truk mengambil pasir yang dijual ke berbagai daerah.
Lalu, pemerintah kabupaten Sleman melarang penambangan pasir di sungai yang berhulu gunung dengan alat berat atau backhoe. Warga dan penambang pasir hanya menambang dengan cara manual.
Karena pasir di sungai seperti Sungai Gendol, Opak, Kuning, dan Sungai Boyong semakin berkurang, penambangan beralih ke lahan warga yang teruruk material vulkanik. Namun, pemerintah juga membatasi penambangan pasir di lahan warga. Sebab, lahan yang dimiliki warga di lereng gunung itu merupakan lahan pertanian.
Pemerintah kabupaten Sleman mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2013 tentang Usaha Pertambangan Mineral bukan Logam dan Batuan. "Sekarang banyak backhoe yang nganggur, menambang pasir hanya secara manual," kata dia.�
Menurut Heri Suprapto, Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, meskipun hujan sudah mengguyur puncak gunung, namun material yang terbawa melalui sungai hanya sedikit. Saat ini, terutama di sungai Gendol, material yang turun dari hulu baru mencapai Dusun Kopeng. "Hujan di puncak belum begitu deras. Pasir belum turun melalui sungai-sungai dari hulu," kata Heri.
Harga pasir di toko-toko bangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai Rp 1 juta per truk, bahkan lebih. Dulu, harga pasir satu truk di Kota Yogyakarta hanya Rp 350 ribu hingga Rp 450 ribu. Di luar DIY bisa mencapai Rp 1,5 juta per truk atau lebih tergantung jarak.
"Pasir sudah sangat berkurang di lereng Merapi paskaerupsi 2010. Harganya semakin mahal karena diangkut ke truk secara manual. Ditambah lagi harga bahan bakar minyak naik," kata Sriyono, Kepala Urusan Pembangunan, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Kamis, 27 November 2014.
Mahalnya harga pasir dari material erupsi gunung itu sangat dipengaruhi oleh minimnya pasir, alat angkat, dan harga solar yang semakin melambung. Dulu, setelah erupsi 2010, di sekitar gunung Merapi ada sekitar 140 juta meter kubik material. Namun, seiring program normalisasi sungai dan aktivitas penambangan pasir, material semakin menyusut.
Selama empat tahun terakhir masyarakat di sekitar lereng gunung juga diuntungkan. Begitu pula para pengusaha pasir. Setiap hari ribuan truk mengambil pasir yang dijual ke berbagai daerah.
Lalu, pemerintah kabupaten Sleman melarang penambangan pasir di sungai yang berhulu gunung dengan alat berat atau backhoe. Warga dan penambang pasir hanya menambang dengan cara manual.
Karena pasir di sungai seperti Sungai Gendol, Opak, Kuning, dan Sungai Boyong semakin berkurang, penambangan beralih ke lahan warga yang teruruk material vulkanik. Namun, pemerintah juga membatasi penambangan pasir di lahan warga. Sebab, lahan yang dimiliki warga di lereng gunung itu merupakan lahan pertanian.
Pemerintah kabupaten Sleman mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2013 tentang Usaha Pertambangan Mineral bukan Logam dan Batuan. "Sekarang banyak backhoe yang nganggur, menambang pasir hanya secara manual," kata dia.�
Menurut Heri Suprapto, Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, meskipun hujan sudah mengguyur puncak gunung, namun material yang terbawa melalui sungai hanya sedikit. Saat ini, terutama di sungai Gendol, material yang turun dari hulu baru mencapai Dusun Kopeng. "Hujan di puncak belum begitu deras. Pasir belum turun melalui sungai-sungai dari hulu," kata Heri.
Wednesday, June 3, 2015
Langka karena kemarau, harga pasir Merapi melambung
Langka karena kemarau, harga pasir Merapi melambung
Merdeka.com - Musim kemarau yang cukup panjang, membuat pasir di lereng Merapi semakin langka. Pasir di sejumlah sungai yang selama ini dialiri lahar dingin material Merapi, seperti Kaliworo, mulai menipis. Kondisi tersebut berimbas pada pengecer dan toko material di Kota Solo dan sekitarnya. Akibat stok yang menipis tersebut, harga di pasaran melambung.
Pantauan merdeka.com di sejumlah pengecer dan toko material memang jarang ditemui stok pasir yang menumpuk. Seperti di Jalan Baki-Solo, Kadilangu yang biasanya ada belasan truk pasir Merapi, pada hari ini Senin (15/9) terlihat sepi. Hanya ada 2 atau 3 truk saja yang mangkal.
"Sepi mas, nggak ada pasir di atas (Kaliworo, Merapi)," ujar Mukidi, salah satu penjual pasir.
Mukidi mengatakan, tak hanya sepi pasir, pembeli pun juga jarang yang nampak. Karena harga sudah meroket. Sejak seminggu terakhir, harga per truk naik minimal Rp 250 ribu.
"Dulu cuma Rp 750 ribu, sekarang paling murah Rp. 1 juta," katanya.
Sementara itu di toko material Jalan Popda Banjarsari, Solo harga ecer 1 mobil pick up pasir Rp 200 ribu. Harga tersebut naik dari harga normal Rp 140-150 ribu.
"Kalau pas lancar dulu satu colt kita jual Rp 150 ribu, sekarang Rp 200 ribu," ucap Joko Keok, pengecer pasir.
Selain kemarau, kelangkaan pasir juga disebabkan oleh sulitnya penambangan menggunakan peralatan berat. Penambangan, di Kabupaten Klaten hanya diperbolehkan dengan cara manual.
"Sebenarnya banyak truk yang ngantre, tapi kalau nambangnya cuma manual, hasilnya kan sedikit. Banyak yang tidak kebagian pasir," pungkas Mukidi.
Merdeka.com - Musim kemarau yang cukup panjang, membuat pasir di lereng Merapi semakin langka. Pasir di sejumlah sungai yang selama ini dialiri lahar dingin material Merapi, seperti Kaliworo, mulai menipis. Kondisi tersebut berimbas pada pengecer dan toko material di Kota Solo dan sekitarnya. Akibat stok yang menipis tersebut, harga di pasaran melambung.
Pantauan merdeka.com di sejumlah pengecer dan toko material memang jarang ditemui stok pasir yang menumpuk. Seperti di Jalan Baki-Solo, Kadilangu yang biasanya ada belasan truk pasir Merapi, pada hari ini Senin (15/9) terlihat sepi. Hanya ada 2 atau 3 truk saja yang mangkal.
"Sepi mas, nggak ada pasir di atas (Kaliworo, Merapi)," ujar Mukidi, salah satu penjual pasir.
Mukidi mengatakan, tak hanya sepi pasir, pembeli pun juga jarang yang nampak. Karena harga sudah meroket. Sejak seminggu terakhir, harga per truk naik minimal Rp 250 ribu.
"Dulu cuma Rp 750 ribu, sekarang paling murah Rp. 1 juta," katanya.
Sementara itu di toko material Jalan Popda Banjarsari, Solo harga ecer 1 mobil pick up pasir Rp 200 ribu. Harga tersebut naik dari harga normal Rp 140-150 ribu.
"Kalau pas lancar dulu satu colt kita jual Rp 150 ribu, sekarang Rp 200 ribu," ucap Joko Keok, pengecer pasir.
Selain kemarau, kelangkaan pasir juga disebabkan oleh sulitnya penambangan menggunakan peralatan berat. Penambangan, di Kabupaten Klaten hanya diperbolehkan dengan cara manual.
"Sebenarnya banyak truk yang ngantre, tapi kalau nambangnya cuma manual, hasilnya kan sedikit. Banyak yang tidak kebagian pasir," pungkas Mukidi.
Thursday, May 28, 2015
Pengertian Defenisi Volume Pekerjaan
Pengertian Dan Definisi Volume Pekerjaan
Volume Pekerjaan merupakan masalah yang selalu kita hadapi bagi seorang Civil Engineer. Setiap Pekerjaaan atau proyek yang kita laksanakan maka Volume memiliki peranan penting. Maka pada kesempatan ini kita akan membahasa tentang Pengertian Volume Pekerjaan.Yang di maksud dengan Volume pekerjaan adalah Menghitung jumlah banyaknya Volume pekerjaan
Monday, May 18, 2015
Kontraktor Waterboom, Waterpark & Waterslide Untuk Wahana Air
Kontraktor Waterboom Murah
Kontraktor Waterpark Murah
Kontraktor Waterslice Murah
Kontraktor Fiber Waterboom
Kontraktor Waterpark Fibreglass
Ingin membangun sebuah bisnis wahana air yang berkualitas ? Untuk memastikan kualitas kontraktor waterboom / waterslide / waterpark untuk bisnis Anda jangan memilih kontraktor fiberglass yang asal murah, ataupun asal modelnya bagus. Namun perlu diperhatikan juga apakah permainan waterboom tersebut lancar saat meluncur, karena tidak sedikit karena hanya mengejar proyek, seluncurannya tidak berfungsi maksimal, alisan tidak bisa meluncur/ macet meskipun air yang mengalir cukup banyak.
Oleh karena itu pastikan MainanFiberglass.Com dengan no hp. 085229555797 adalah produsen / pabrik permainan /wahana air yang Anda Pilih. Kami garansi akan kualitas pekerjaan kami yang memuaskan. Kami telah menggarap proyek dari Sabang hingga Merauke. Mulai dari proyek waterboom kecil hingga pekerjaan waterpark dengan luas tanah ber hektar-hektar.
085229555797
085229555797
Waterboom sekarang menjadi salah satu alternatif wisata bagi keluarga dengan berbagai alasan. Seperti tidak terlalu jauh, bisa untuk semua usia, murah dan penuh keceriaan. Waterpark/ waterboom biasanya dilengkapi dengan beberapa kolam yaitu :
- Kolam anak dengan ketinggian air 10-40 cm, sehingga mulai dari balita hingga anak-anak dapat berbaik dengan aman (tidak mungkin tenggelam). Kolam ini biasanya dilengkapi dengan waterpark mulai dari ember tumbah, seluncuran putar anak, seluncuran lurus anak dan pancuran.
- Kolam Dewasa dengan ketinggan mulai dari 1-1,5 meter. Dilengkapi dengan waterslide fiberglass yang berkelok-kelok untuk menguji adrenalin. Biasanya terdapat 2 macam waterlide yaitu race waterslide dan spiral waterslide. Bisa menggunakan ban maupun tanpa ban.
- Kolam arus adalah kolam yang mengalir dan dapat dinikmati dengan naik di atas ban. Kolam arus ini dibuat berkelok dan sealami mungkin, sehingga menyerupai sungai. Ketinggian kolam ini adalah 1 m.
- Kolam renang dewasa ini disediakan bagi yang menyukai olahraga renang. Karena ketiga kolam renang diatas tidak maksimal untuk berolahraga.
Sepeda Air Unik untuk Peluang Bisnis Anda
Sepeda air yang ramah lingkungan dan menyehatkan tentunya menjadi salah satu alternatif untuk menikmati liburan anda bersama keluarga. Selain menyewa perau untuk menikmati pemandangan danau atau waduk buatan maka anda bisa juga menggunakan sepeda air yang tarifnya biasanya relatif murah. Banyak tempat-tempat wisata air yang menyediakan permainan sepeda air ini seperti tempat wisata telaga Sarangan, danau Toba di Sumatera Utara, danau Tondano di Manado dan sebagainya. Yuk kita llihat lebih lanjut soal sepeda air ini.
Berbagai Macam Model Sepeda Air
Awalnya atau sepeda air yang umum kita lihat baik di Indonesia ataupun di luar negeri adalah sepeda air dengan model bebek atau ngsa tapi seiring dengan perkembangan zaman dan creativitas para pembuat sepeda air maka kita bisa melihat sepeda air dengan berbagai macam model seperti model kuda laut dan paus. Pedagang yang jual sepeda air model kuda laut & paus inipun mulai menjamur karena bentuknya yang unik dan lucu yang menarik minat anak-anak untuk menggunakannya. Umumnya para produsen yang jual sepeda air model kuda laut & paus ini mengunakan bahan fiberglass yang kuat yang dapat menampung beban berat.
Penjual Sepeda Air Murah
Meskipun sepeda air model kuda laut dan paus ini memang sedang digemari saat ini namun harganya pun sangat berbeda untuk setiap produsen. Harga jual sepeda air model kuda laut & paus tergantug dari beberapa hal antara lain biaya tenaga kerja, harga fiberglass yang di pakai, harga bahan baku lainnya yang dibutuhkan untuk membuat sepeda air dan juga biaya produksi lainnya. Dalam memilih penjual sepeda air maka anda harus teliti dan cermat serta membandingkan harga dan kualitas fiber glass yang di pakai untuk membuat sepeda air tersebut.
Anda bisa mendapatkan harga yang terjangkau unutuk sepeda air model kuda laut dan paus ini di mainanfiberglass.com juga berbagai macam mainan air yang berbahan fiberglass dengan kulaitas yang tinggi. Sekian artikel ini dan saya harap artikel ini bermanfaat bagi anda dan sampai ketemu di artikel-artikel berikutnya.
Sunday, May 17, 2015
Berapa Harga Pasir di Lokasi Penambangan?
Berapa Harga Pasir di Lokasi Penambangan?
|
Harianjogja.com, SLEMAN- Aktivitas penambangan di lereng Merapi memang tidak seramai biasanya. Antrean truk tidak mengular seperti yang terjadi sekitar sebulan silam.
Selain itu di kawasan penambangan Sungai Gendol tepatnya di Dusun Jambu, Desa Kepuharjo juga tidak banyak aktivitas penambangan pasir. Hanya ada dua truk dan empat orang penambang rakyat yang berada di area kedalaman 90 meter dari permukaan jalan desa itu.
Hal yang sama juga nyaris terjadi di area penambangan Sungai Gendol di Kaliadem. Meski jumlah lebih banyak ketimbang di Jambu tapi jumlah itu tak seperti hari-hari sebelumnya.
Para penambang lebih memilih di area lahan warga atau di luar sungai. Kendati demikian bukan menggunakan alat berat tetapi secara manual atau penambang rakyat. Sehingga tampak belasan truk yang memasuki area lahan warga kemudian diisi dengan pasir secara manual.
Tidak diperbolehkannya alat berat beroperasi di Gendol membuat harga pasir di area penambanga bisa tembus Rp700.000 per rit atau sekitar lima hingga delapan meter kubiknya.
Salah satu pemilik lahan yang memanfaatkan untuk ditambang manual secara mandiri adalah Giyat, 55. Warga Jambu, Kepuharjo yang tinggal di Huntap Mandiri ini menceritakan jika alat berat beroperasi di sungai harga pasir berkisar antara Rp200.000 dan Rp350.000.
Namun dengan adanya larangan, harga pasir dari area tambang berkisar antara Rp500.000 hingga Rp700.000. Kenaikan itu terjadi sejak dua pekan terakhir. Hal itu menurutnya normal, mengingat pasir susah didapat. Sementara penambang mengambilnya secara manual dengan peralatan sekop.
“Tapi tergantung kualitas pasir juga, kalau lembut nanti bisa tinggi. Ini tadi saya menjual Rp700.000 satu truk agak lumayan besar,” ujar pria yang rumahnya teredam pasir saat erupsi Merapi 2010 ini, Rabu (3/12/2014).
Giyat terus memanfaatkan area lahan tempat tinggal yang terkubur hingga kedalaman mencapai tiga meter. Lahan itu kini menjadi penghidupan sehari-hari untuk ditambang baik pasir maupun batunya.
Kendati demikian lebih banyak pasir, jika batu biasanya pembeli memesan via ponsel tetapi untuk pasir langsung datang kemudian bisa terjadi transaksi.
“Biasanya saya sehari satu rit saja cukup, atau kadang mengumpulkan beberapa hari baru saya jual, tergantung kekuatan badan,” imbuhnya.
Para pembeli pasir dari hasil tambang manual itu menurut dia tergolong imbang. Selain truk lokal ada juga truk dari luar DIY. Tetapi di tengah harga yang melambung biasanya hanya truk luar DIY tertentu saja yang datang membeli. Karena para sopir juga tak ingin merugi. “Kalau dari luar biasa mereka sudah ada yang pesan,” kata dia.
Terpisah Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan, Heri Suprapto mengatakan berdasarkan pemantauannya harga per kubik pasir mencapai Rp110.000. Padahal untuk truk ukuran kecil biasanya mampu mengisi lima meter kubik pasir, sedangkan ukuran besar mencapai delapan meter kubik.
Dengan demikian, versi dia, untuk per rit truk ukuran kecil harga bisa minimal Rp550.000 dan truk ukuran besar bisa mencapai Rp800.000.
“Per kubik itu Rp110.000 sudah di atas truk jadi tidak pakai cari tukang menaikkan. Padahal tiap truk itu isinya antara lima sampai delapan kubik. Yang jelas di atas Rp500.000 [harga pasir] sekarang,” kata dia.
Kenaikan harga itu, diakui Heri, memang karena adanya pelarangan alat berat yang beroperasi sejak Senin 17 November lalu. Pihaknya langsung mensosialisasikan kepada pengelola penambangan terkait larangan yang dikeluarkan Bupati Sleman melalui surat edaran itu.
Karena itu, ditegaskan Heri, sampai saat ini tidak ada satu pun alat berat yang beroperasi baik di dalam sungai maupun di lahan milik warga.
Thursday, May 14, 2015
Harga material bangunan berupa pasir dari Gunung Merapi masih terbilang cukup tinggi harganya
Yogyakarta, Targetabloid - Harga material bangunan berupa pasir dari Gunung Merapi masih terbilang cukup tinggi harganya. Hal ini sesuai dengan pemantauan kami hari ini, Jum’at (6/6) di kawasan Kaliadem, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, harga pasir masih disekitar Rp. 400.000,- sampai Rp. 600.000,- per rit atau per bak truk pasir.
Sebelumnya penyebab dari harga melonjak tajam dikarenakan status Waspada Merapi yang terjadi pada bulan Mei kemarin. Faktor utamanya adalah dilarangnya aktifitas penambangan disekitar sungai yang berhulu di Gn. Merapi. Namun, hingga hari ini meskipun status Waspada Merapi telah turun harga pasir Merapi yang menjadi primadona para penjual material masih bertengger cukup mahal.
Menurut Kasimo (34) warga desa Cangkringan yang turut menambang pasir di kali Adem mengatakan bahwa tingginya harga pasir ini memang sengaja dipertahankan karena beberapa faktor, faktor pertama ialah memanfaatkan moment sebelum alat berat seperti backhole dan buldoser kembali menambang lagi, yang kedua adalah agar jalur evakuasi tidak rusak kembali yang diakibatkan oleh intensitas truk tambang yang lalu-lalang. Diharapkan dengan harga tinggi para sopir truk tidak sering-sering mencari pasir di kawasan kali Adem lagi.
“kami memang sengaja menetapkan tarif tinggi, ini karena memanfaatkan moment sebelum kapal keruk atau backhole dan buldoser yang dahulu sempat ditarik turun karena status Merapi kembali kesini. Yang kedua juga agar truk-truk tidak sering-sering lewat yang akan merusak lagi jalur evakuasi nantinya, soal laku atau tidaknya pasir kami tentu laku. Kami pun menerapkan tarif berbeda pula diantara sopir yang berasal dari DIY kami menetapkan tarif Rp. 400.000,- sedangkan dari luar DIY sekitar Rp. 600.000,-“ terangnya.
Namun, keadaan yang berbeda justru dialami oleh para sopir truk, Dino (30), sopir turk yang sehari-hari mengambil pasir merapi di kawasan kali Adem ini mengaku rugi besar dengan harga pasir yang tinggi. Dirinya tidak dapat menjual kembali pasirnya dengan harga yang tinggi karena konsumen memilih mendatangkan pasir dari kawasan lain, meskipun kualitasnya tidak sebagus pasir Merapi.
“Jujur kalau dihitung-hitung ya rugi besar, waktu ngambil disini dengan harga segini kemudian dijual di luar para pengepul maupun konsumen juga kadang-kadang menolak dengan harga yang saya tawarkan padahal sudah mepet ngambil untungnya” ungkapnya.(Red/HUM)
Tuesday, May 5, 2015
Tips Memilih Jasa Kontraktor Waterboom
Ada beberapa tips yang bisa anda lakukan agar bisa mendapatkan jasa kontraktor waterboom yang tepat dan sesuai dengan apa yang anda butuhkan. Dengan memilih jasa yang terbaik, sudah pasti anda nantinya akan bisa terbebas dari masalah. Banyak orang yang menggunakan jasa kontraktor dengan berbagai pilihan. Namun, jika anda memilih jasa yang salah anda sendiri yang akan dirugikan nantinya. Dengan memilih pilihan jasa kontraktor yang terbaik, sudah pasti hal tersebut akan membantu anda mendapatkan banyak kebutuhan yang anda inginkan mulai dari sekarang. Jika anda bisa mendapatkan jasa kontraktor yang berkualitas, maka anda akan bisa merasakan rasanya menggunakan layanan tersebut. Jasa kontraktor juga sangatlah penting fungsinya untuk kebutuhan anda di masa yang akan datang.
Cara Mudah Memilih Jasa Kontraktor Waterboom Terbaik
Pertama, dalam memilih jasa kontraktor waterboom, anda wajib untuk mengetahui berapa biaya yang harus anda keluarkan untuk menggunakan jasa yang satu ini. Dengan melakukan estimasi terhadap berapa biaya yang harus anda keluarkan maka sudah pasti anda akan bisa terbebas dari yang namanya masalah. Kedua, pilihlan layanan yang berkualitas. Dengan menggunakan layanan yang berkualitas maka kita akan lebih mudah untuk mempersiapkan semuanya dengan baik. Melalui jasa kontraktor yang berkualitas, anda akan bisa melihat apa saja manfaat yang akan bisa anda peroleh dari layanan tersebut nantinya. Jasa yang satu ini sudah pasti akan membantu anda lebih mudah untuk melakukan aktivitas.
Layanan Jasa Kontraktor Waterboom Berkualitas
Ketiga, saat anda memilih jasa kontraktor waterboom maka pastikan untuk menanyakan mengenai semua hal yang perlu anda lakukan. Dengan menanyakan semuanya secara rinci maka anda pun juga akan bisa terbebas dari yang namanya masalah. Banyak sekali pilihan jasa yang bisa anda gunakan. Yang perlu anda lakukan adalah memilih yang terbaik. Pilihlah layanan yang akan bisa memberikan anda kepuasan yang maksimal. Dengan demikian, anda pun akan bisa terhindar dari yang namanya masalah. Banyak orang yang menggunakan jasa ini. Anda pun juga bisa menggunakannya mulai dari sekarang dan lihatlah banyaknya keuntungan yang akan bisa anda peroleh.
Wednesday, April 22, 2015
HARGA PASIR MERAPI MELAMBUNG SEBAGIAN PENAMBANG NEKAT “GRESEK-GRESEK DI TANGGUL, EKSPLOITASI LAHAN PEKARANGAN”
HARGA PASIR MERAPI MELAMBUNG SEBAGIAN PENAMBANG NEKAT “GRESEK-GRESEK DI TANGGUL, EKSPLOITASI LAHAN PEKARANGAN”
Stok Pasir menipis, permintaan meningkat menyebabkan harga naik, sebagian Penambang mengesampingkan faktor keamanan.
CANGKRINGAN. Erupsi Merapi 2010 pada awalnya menjadikan tumpukan material melimpah, namun dengan berjalannya waktu, material di Cangkringan sekarang sudah menipis dan tinggal beberapa tempat yang masih tersedia cukup. Hal ini mengakibatkan harga semakin melambung yang berdampak penambangan semakin memprihatinkan ( ekploitasi lahan pekarangan, membahayakan tanggul, perlintasan / jembatan ).
Hukum ekonomi Pasar berlaku, dimana bila Permintaan tinggi sedang persediaan menipis maka menyebabkan kenaikan harga dan pencarian barang yang tidak wajar. Hal ini sudah terjadi di penambangan material pasir Merapi, kususnya di Kecamatan Cangkringan, 2011 harga satu Truk Rp. 70.000 sampai Rp. 100.000 dan di 2015 ini naik 500 % sampai 750 %. Tumpukan material tinggal berada di sektor utara ( hulu ) dan di hilir bisa dikatakan sudah habis, sedang permintaan masih tinggi.
Ini menyebabkan para penambang semakin sulit untuk mendapatkan material pasir, kususnya di sisi selatan (hilir), kadang para penambang berebut sesama temannya untuk mendapatkan pasir, ironisnya ada sebagian Penambang Manual di beberapa lokasi yang mengambil material pasir di tempat yang dilarang. Seperti yang terjadi di Bantaran Sungai Gendol tepatnya di timur Dusun Jetis Argomulyo Cangkringan, Penambang manual sudah kesulitan mencari pasir di tengah sungai, karena harga tinggi akirnya nekat ambil pasir dekat tanggul / bahkan mengambil pasir yang tambahan untuk mempertebal dan meninggikan tanggul paska 2010. Penambang di sekitar Jembatan Penyeberangan Bronggang, mulai menggogosi di selatan jalan Penyeberangan, padahal tumpukan itu sebagai penyangga jalan, Penambangan di lahan Pekarangan warga di sekitar eks Dusun Kali Adem, Petung, dll hingga menjadi kubangan-kubangan yang dalam, dan tempat-tempat lainnya.
Peristiwa di atas terpantau di beberapa hari yang lalu di lapangan, dan sudah dilaporkan ke Desa dan instansi lain, namun sampai dengan berita ini di tulis beberapa aktivitas penambangan tersebut masih berlanjut.
“ Kok Pak ……. kae nekat ndusiri tanggul to, karo Pemerintah di duwurke malah sak iki di jipuki, nek ono banjir gede rak yo mbebayani ( Kok Pak ….. itu nekat ambil di tanggul to, oleh Pemerintah ditambah ditinggikan, sekarang kok malah diambil, kalau ada banjir besar kan berbahaya ), gerutu Bu Jumiyem warga Dusun Karanglo, Argomulyo, Cangkringan.
Tuesday, April 14, 2015
Jual Waterboom Fiberglass
Kolam renang dengan waterboom fiberglass adalah salah satu wahana yang selalu menjadi favorit di berbagai tempat wisata. Bentuknya dan desainnya yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Bukan hanya itu, wahana ini juga dapat dinikmati oleh anak-anak maupun orang dewasa sekaligus. Maka dari itu, tak heran juga kalau usaha waterboom fiberglass saat ini semakin berkembang. Jika anda adalah salah satu orang yang juga ingin memulai usaha jual waterboomfiberglass, ada beberapa cara yang dapat anda tempuh agar usaha dan produk anda berkembang pesat.
Kontraktor Waterpark HP. 085229555797 (Sel Indonesia)
Strategi Penjualan
Strategi penjualan yang tepat akan membantu usaha penjualan anda. Anda dapat memulainya dengan menghitung dan memperkirakan banyaknya tenaga kerja, bahan baku yang anda butuhkan, atau media pemasaran yang akan anda gunakan. Salah satu hal yang paling menentukan dalam persaingan bisnis adalah harga jual. Harga jualwaterboom fiberglass yang lebih rendah tentu saja akan lebih menarik bagi pelanggan. Anda dapat menjual produk dengan jasa yang lebih murah dengan mengatur biaya produksi seperti bahan baku fiberglass, biaya tim desain atau karyawan, dan biaya tenaga kerja pembuat waterboom fiberglass. Lebih baik anda memilih tempat pembelian bahan baku yang mudah dijangkau untuk mempertimbangkan biaya transportasi. Pembelian dengan jumlah banyak pun dapat membantu menghemat biaya. jangan lupa juga pilih bahan baku dengan kualitas baik. Selain itu, bila anda memiliki kemampuan desain produk sendiri, berarti anda tak perlu menyewa tim desain khusus dalam usaha anda. Media pemasaran yang tepat juga memiliki andil dalam hal ini. Lebih baik anda memasarkan produk anda sendiri tanpa perantara atau jasa pemasaran. Hal ini akan menghemat pengeluaran anda.
Kontraktor Waterboom HP. 085229555797 (Sel Indonesia)
Memasarkan Produk
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, lebih baik anda memasarkan sendiri produk anda tanpa perantara. Jaman sekarang, banyak sekali media yang dapat anda gunakan untuk berbisnis. Salah satu contohnya adalah media sosial. Anda dapat mengiklankan produk anda melalui blog, twitter, atau facebook. Jangan lupa untuk mencantumkan detail produk dan foto-foto asli. Dengan begitu, usaha jual waterboom fiberglass anda dapat berkembang dengan cepat.
Thursday, April 9, 2015
Tips Mencari Waterboom Fiberglass
Akhir-akhir ini banyak sekali tempat wisata baru bermunculan di berbagai kota, khususnya kota-kota yang sedang berkembang. Tempat-tempat wisata tersebut bermacam-macam, namun biasanya di dominasi oleh taman bermain. Taman bermain memiliki daya tarik tersendiri karena menawarkan wahana yang bervariasi. Dari semua wahana yang tersedia, kolam renang biasanya selalu hadir di dalamnya. Yang sedang populer saat ini adalah kolam renang dengan waterboom fiberglass. Bukan hanya karena bentuknya yang menarik, wahana ini juga menawarkan tantangan tersendiri dalam menikmati kolam renang. Bagi anda yang mulai tertarik dalam usaha ini dan sedang mencari waterboom fiberglass, ada beberapa tips menarik yang dapat anda simak berikut ini.
Kontraktor Waterboom HP. 085229555797 (Sel Indonesia)
Rencanakan Desain Waterboom Fiberglass Anda
Sebelum mulai mencari, pastikan anda tahu betul rancangan atau tipe waterboom fiberglassyang anda inginkan untuk usaha anda. Ada berbagai macam jenis waterboom fiberglass yang tersedia di pasaran. Namun, yang perlu anda ingat adalah pilihan wahana permainan harus disesuaikan dengan kondisi lahan usaha anda. Anda dapat memulainya dengan mempertimbangkan luas lahan, berapa bnyaka wahana yang anda perlukan, budget anda, maupun bentuk wahana tersebut. Jika anda menemui kesulitan, anda dapat meminta bantuan beberapa ahli perencanaan lahan maupun wahana terlebih dahulu. Setelah perencanaan mengenai jumlah, tipe atau banyaknya wahana telah selesai, anda dapat mulai mencari waterboom fiberglass dengan memilih beberapa seller.
Kontraktor Waterpark HP. 085229555797 (Sel Indonesia)
Pilih Seller Waterboom Fiberglass Yang Terpercaya
Mencari waterboomfiberglass memang bukan hal yang mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Tahap selanjutnya yang perlu anda lakukan adalah memilih seller yang tepat. Anda dapat mencarinya dari koran, majalah, atau melalui internet. Pastikan ada kontak jelas yang dapat dihubungi. Pilihlah seller yang sudah berpengalaman dan menggeluti bidang ini sejak lama. Perhatikan juga harga yang di tawarkan dengan membandingkannya dengan seller lain. Jangan terlalu tergiur dengan perbedaan harga yang terlalu tinggi. Lebih baik anda perhatikan bahan dan kualitas waterboom fiberglass yang ditawarkan terlebih dahulu. Akan lebih baik jika anda bertemu langsung dengan seller. Dengan begitu, anda dapat mulai mendiskusikan mengenai rancangan dan perkiraan biaya.
Monday, March 30, 2015
Mengapa Harus Pasir Merapi ?
Mengapa Harus Pasir Merapi ?
Pasir Gunung Merapi Memiliki Kualitas Terbaik
Merupakan pasir kualitas terbaik untuk bahan bangunan. Fungsi pasir gunung api sebenarnya sama dengan pasir biasa. Namun, kandungan silika (SiO) yang tinggi membuat kualitasnya menjadi sangat baik…
Pasir Gunung Merapi Sangat Baik Untuk Bahan Beton
Pasir gunung api juga sangat baik digunakan untuk bahan beton. Ujung silika yang runcing membentuk partikel yang memiliki sudut. Pola partikel bersudut itulah yang membuat ikatan pasir gunung api dengan semen menjadi lebih kuat.
Pasir Gunung Merapi Belum Mengalami Pelapukan
Selain silika, pasir gunung api juga memiliki kandungan besi (FeO). Kandungan besi pasir gunung api sangat baik karena belum mengalami pelapukan sehingga baik untuk campuran bahan bangunan.
Pasir Gunung Merapi Memiliki Kualitas Terbaik
Merupakan pasir kualitas terbaik untuk bahan bangunan. Fungsi pasir gunung api sebenarnya sama dengan pasir biasa. Namun, kandungan silika (SiO) yang tinggi membuat kualitasnya menjadi sangat baik…
Pasir Gunung Merapi Sangat Baik Untuk Bahan Beton
Pasir gunung api juga sangat baik digunakan untuk bahan beton. Ujung silika yang runcing membentuk partikel yang memiliki sudut. Pola partikel bersudut itulah yang membuat ikatan pasir gunung api dengan semen menjadi lebih kuat.
Pasir Gunung Merapi Belum Mengalami Pelapukan
Selain silika, pasir gunung api juga memiliki kandungan besi (FeO). Kandungan besi pasir gunung api sangat baik karena belum mengalami pelapukan sehingga baik untuk campuran bahan bangunan.
Friday, February 20, 2015
Urip Harus Bayar Enam Pungutan
Urip Harus Bayar Enam Pungutan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Catarina Binarsih
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lalu siapa yang mendapat berkah dari pasir Merapi yang harganya tembus Rp 1 juta per truk itu? Penelusuran Tribun mulai dari hilir hingga hulu menunjukkan, distributor pasir Merapi ini, di rantai paling awal harus mengeluarkan Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu per truk. Biaya itu sebagai ongkos menaikkan pasir dari Sungai Gendol kawasan Dukuh Singlar, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, ke atas bak truk mereka.
"Kalau menggunakan backhoe harus bayar Rp 150 ribu per satu bak truk. Sedangkan penambang manual hanya bayar Rp 120 ribu per satu bak truk," tutur Urip. Satu kelompok penambang pasir manual yang berjumlah tiga orang, mampu mengisi pasir satu bak truk sekitar tiga jam.
Setelah bak truk penuh terisi pasir, Urip dan ratusan sopir truk lainnya, langsung tancap gas meninggalkan Sungai Gendol. Mulai saat meninggalkan Sungai Gendol hingga ke kota tujuan, setiaknya sopir harus terhenti di enam pos retribusi dan membayar beberapa pungutan.
Beberapa meter setelah naik dari Sungai Gendol, sopir truk harus melewati pos yang didirikan warga setempat. Di tempat ini, sopir yang menjulurkan beberapa uang pecahan dua ribuan atau kadang-kadang hingga Rp 3 ribu.
Masih di daerah Singlar, ada juga pos petugas yang memegang karcis berlogo Pemda Sleman. Pemungutan retribusi ini justru dilakukan di tengah tengah jalan yang ada rambu larangan lewat bagi truk galian C.
Pada karcis itu, tertera Rp 15 ribu (karcis biru) bagi truk pengangkut pasir, sedangkan truk pengangkut pasir batu (sirtu) dikenakan tarif Rp 7.500 (karcis pink). Karcis ini, dalam sehari hanya dikenakan sekali, dan truk bebas berkali-kali masuk keluar areal penambangan.
"Biasanya petugas dari Pemda Sleman bisa diberi uang di bawah banderol, tetapi kita tidak diberi karcis," ungkap Urip.
Keluar dari kawasan Sleman, sopir truk pasir ini masih berhadapan dengan pos retribusi lain, Saat memasuki kawasan Kecamatan Manisrenggo, Klaten, ada beberapa warga setempat juga memungut retribusi. Setidaknya ada empat pos pungutan yang didirikan warga.
Saat hendak memasuki Jalan Solo-Yogyakarta, masih ada pos pembayaran retribusi truk galian C milik Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Klaten. Petugas memberikan karcis resmi yang dibanderol Rp 10 ribu. "Jika bisa menunjukkan karcis dari pembayaran retribusi di Sleman, kami tidak dipungut retribusi lagi," imbuh Urip.
Hingga tiba di lokasi antaran pasir di Klaten, Urip dan ratusan sopir truk lain harus membayar lima hingga enam kali pungutan, yang jumlahnya mencapai Rp 27 ribu. Rinciannya, membayar pungutan retribusi desa di empat pos warga, sekitar Rp 12 ribu, dan membayar pungutan retribusi di pos milik Pemkab (Sleman atau Klaten) Rp 15.000.
Ditambah biaya sopir, solar dan biaya operasional lain, keuntungan yang diperoleh bos Urip sekitar Rp 105 per satu truk pasir yang dijualnya ke seorang kontraktor di Klaten. Bila diantar ke kota lain yang jaraknya lebih jauh, keuntungan total per hari per truk yang diperoleh bos Urip pun tidak bertambah signifikan, karena biaya solar dan sopir menjadi bertambah besar. (*)
Laporan Reporter Tribun Jogja, Catarina Binarsih
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lalu siapa yang mendapat berkah dari pasir Merapi yang harganya tembus Rp 1 juta per truk itu? Penelusuran Tribun mulai dari hilir hingga hulu menunjukkan, distributor pasir Merapi ini, di rantai paling awal harus mengeluarkan Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu per truk. Biaya itu sebagai ongkos menaikkan pasir dari Sungai Gendol kawasan Dukuh Singlar, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, ke atas bak truk mereka.
"Kalau menggunakan backhoe harus bayar Rp 150 ribu per satu bak truk. Sedangkan penambang manual hanya bayar Rp 120 ribu per satu bak truk," tutur Urip. Satu kelompok penambang pasir manual yang berjumlah tiga orang, mampu mengisi pasir satu bak truk sekitar tiga jam.
Setelah bak truk penuh terisi pasir, Urip dan ratusan sopir truk lainnya, langsung tancap gas meninggalkan Sungai Gendol. Mulai saat meninggalkan Sungai Gendol hingga ke kota tujuan, setiaknya sopir harus terhenti di enam pos retribusi dan membayar beberapa pungutan.
Beberapa meter setelah naik dari Sungai Gendol, sopir truk harus melewati pos yang didirikan warga setempat. Di tempat ini, sopir yang menjulurkan beberapa uang pecahan dua ribuan atau kadang-kadang hingga Rp 3 ribu.
Masih di daerah Singlar, ada juga pos petugas yang memegang karcis berlogo Pemda Sleman. Pemungutan retribusi ini justru dilakukan di tengah tengah jalan yang ada rambu larangan lewat bagi truk galian C.
Pada karcis itu, tertera Rp 15 ribu (karcis biru) bagi truk pengangkut pasir, sedangkan truk pengangkut pasir batu (sirtu) dikenakan tarif Rp 7.500 (karcis pink). Karcis ini, dalam sehari hanya dikenakan sekali, dan truk bebas berkali-kali masuk keluar areal penambangan.
"Biasanya petugas dari Pemda Sleman bisa diberi uang di bawah banderol, tetapi kita tidak diberi karcis," ungkap Urip.
Keluar dari kawasan Sleman, sopir truk pasir ini masih berhadapan dengan pos retribusi lain, Saat memasuki kawasan Kecamatan Manisrenggo, Klaten, ada beberapa warga setempat juga memungut retribusi. Setidaknya ada empat pos pungutan yang didirikan warga.
Saat hendak memasuki Jalan Solo-Yogyakarta, masih ada pos pembayaran retribusi truk galian C milik Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Klaten. Petugas memberikan karcis resmi yang dibanderol Rp 10 ribu. "Jika bisa menunjukkan karcis dari pembayaran retribusi di Sleman, kami tidak dipungut retribusi lagi," imbuh Urip.
Hingga tiba di lokasi antaran pasir di Klaten, Urip dan ratusan sopir truk lain harus membayar lima hingga enam kali pungutan, yang jumlahnya mencapai Rp 27 ribu. Rinciannya, membayar pungutan retribusi desa di empat pos warga, sekitar Rp 12 ribu, dan membayar pungutan retribusi di pos milik Pemkab (Sleman atau Klaten) Rp 15.000.
Ditambah biaya sopir, solar dan biaya operasional lain, keuntungan yang diperoleh bos Urip sekitar Rp 105 per satu truk pasir yang dijualnya ke seorang kontraktor di Klaten. Bila diantar ke kota lain yang jaraknya lebih jauh, keuntungan total per hari per truk yang diperoleh bos Urip pun tidak bertambah signifikan, karena biaya solar dan sopir menjadi bertambah besar. (*)
Thursday, February 19, 2015
cara menghitung volume material pondasi
cara menghitung volume material pondasi
Berikut ini cara menghitung volume material pondasi batu kali, Pondasi digunakan sebagai penahan rumah atau bangunan sehingga konstruksi dapat berdiri kokoh di atasnya. pada saat akan membuat pondasi kita berpikir berapa material yang akan dibutuhkan, sehingga dapat dipersiapkan sebelumnya. misalnya pondasi batu kali dengan gambar berbentuk seperti ini:
Bentuk trapesium dengan panjang total pondasi adalah 35 m’ lebar atas pondasi 30 cm sedangkan lebar bawah pondasi 60 cm dan tinggi 70 cm dan panjang pondasi 35m.
pertama kali kita lihat item pekerjaan yang ada pada pekerjaan pondasi tersebut yaitu:
1. Pekerjaan Bowplank
2. Pekerjaan galian tanah
3. pekerjaan urugan pasir
4. Pekerjaan pasangan pondasi batu kali 1:5
berikutnya adalah mengitung volume tiap item pekerjaan
1. Pekerjaan Bowplank
volumenya 35 m’
kayu = 0.01 m3 x 35 = 0.35 m3
paku 0.02kg x35 = 0.7 kg dibulatkan 1 kg
Bowplank ini digunakan untuk pengukuran dan kesikuan letak pondasi agar sesuai dengan perencanaan.
2. Pekerjaan galian tanah
volume galian tanah = ((0.6+0.9)/2)x0.75= 0.5625
volume total galian tanh=0.5625 x35=19.6875 m3
“tidak membutuhkan material” pada situasi tertentu yang mengalami kesulitan dalam melakukan pembuangan hasil galian tanah maka diperlukan upaya khusus dalam mengatasinya seperti merencanakan suatu area konstruksi yang memerlukan urugan tanah hal ini biasa disebut sebagai cutting fill.
3. Pekerjaan urugan pasir
Volume urugan pasir = 0.6×0.05 = 0.09
volume total pasir= 0.09 x35 = 3.15
pasir urug = 1.05 m3 x 3.15 = 3.3075 m3
Jumlah pasir 1 truck rata-rata adalah 4m3 jadi kita bisa membeli satu truck pasir untuk pekerjaan pondasi tersebut, namun masing-masing truck mempunyai volume yang berbeda-beda.
4. Pekerjaan Pasangan batu kali 1:5
Luas penampang trapesium pasangan batu kali =((0.6+0.3)/2)x0.7= 0.315 m2
volume total pasangan batu kali =0.315 x35 = 11.025 m3
batu kali = 1.2 m3 x 11.025 = 13.23 m3
Pasir = 0.54 m3 x 11.025 = 5.9535 m3
Semen = 2.68 zak x 11.025 = 29.547 zak dibulatkan 30 zak
Pekerjaan urugan tanah kembali
volume urugan tanah kembali = 19.6875 – 11.025 – 3.3075
“tanah diambil dari bekas galian”
jadi menurut perhitungan di atas maka volume material yang dibutuhkan adalah
pasir = 3.3075 + 5.9563 = 9.2638 m3
batu kali = 13.23 m3
semen = 30 zak
paku = 1 kg
papan bowplank = 0.35 m3
nah setelah itu tinggal ke toko deh.. belanja tuh material untuk pelaksanaan pembangunan pondasi batu kali.
sumber : ilmusipil.com
Berikut ini cara menghitung volume material pondasi batu kali, Pondasi digunakan sebagai penahan rumah atau bangunan sehingga konstruksi dapat berdiri kokoh di atasnya. pada saat akan membuat pondasi kita berpikir berapa material yang akan dibutuhkan, sehingga dapat dipersiapkan sebelumnya. misalnya pondasi batu kali dengan gambar berbentuk seperti ini:
Bentuk trapesium dengan panjang total pondasi adalah 35 m’ lebar atas pondasi 30 cm sedangkan lebar bawah pondasi 60 cm dan tinggi 70 cm dan panjang pondasi 35m.
pertama kali kita lihat item pekerjaan yang ada pada pekerjaan pondasi tersebut yaitu:
1. Pekerjaan Bowplank
2. Pekerjaan galian tanah
3. pekerjaan urugan pasir
4. Pekerjaan pasangan pondasi batu kali 1:5
berikutnya adalah mengitung volume tiap item pekerjaan
1. Pekerjaan Bowplank
volumenya 35 m’
kayu = 0.01 m3 x 35 = 0.35 m3
paku 0.02kg x35 = 0.7 kg dibulatkan 1 kg
Bowplank ini digunakan untuk pengukuran dan kesikuan letak pondasi agar sesuai dengan perencanaan.
2. Pekerjaan galian tanah
volume galian tanah = ((0.6+0.9)/2)x0.75= 0.5625
volume total galian tanh=0.5625 x35=19.6875 m3
“tidak membutuhkan material” pada situasi tertentu yang mengalami kesulitan dalam melakukan pembuangan hasil galian tanah maka diperlukan upaya khusus dalam mengatasinya seperti merencanakan suatu area konstruksi yang memerlukan urugan tanah hal ini biasa disebut sebagai cutting fill.
3. Pekerjaan urugan pasir
Volume urugan pasir = 0.6×0.05 = 0.09
volume total pasir= 0.09 x35 = 3.15
pasir urug = 1.05 m3 x 3.15 = 3.3075 m3
Jumlah pasir 1 truck rata-rata adalah 4m3 jadi kita bisa membeli satu truck pasir untuk pekerjaan pondasi tersebut, namun masing-masing truck mempunyai volume yang berbeda-beda.
4. Pekerjaan Pasangan batu kali 1:5
Luas penampang trapesium pasangan batu kali =((0.6+0.3)/2)x0.7= 0.315 m2
volume total pasangan batu kali =0.315 x35 = 11.025 m3
batu kali = 1.2 m3 x 11.025 = 13.23 m3
Pasir = 0.54 m3 x 11.025 = 5.9535 m3
Semen = 2.68 zak x 11.025 = 29.547 zak dibulatkan 30 zak
Pekerjaan urugan tanah kembali
volume urugan tanah kembali = 19.6875 – 11.025 – 3.3075
“tanah diambil dari bekas galian”
jadi menurut perhitungan di atas maka volume material yang dibutuhkan adalah
pasir = 3.3075 + 5.9563 = 9.2638 m3
batu kali = 13.23 m3
semen = 30 zak
paku = 1 kg
papan bowplank = 0.35 m3
nah setelah itu tinggal ke toko deh.. belanja tuh material untuk pelaksanaan pembangunan pondasi batu kali.
sumber : ilmusipil.com
Wednesday, February 11, 2015
Tambang Pasir Lumajang Ditutup, Proyek Infrastruktur Pemerintah Mandek
Tambang Pasir Lumajang Ditutup, Proyek Infrastruktur Pemerintah Mandek
Penutupan tambang pasir di Kabupaten Lumajang yang dilakukan dalam rangka evaluasi perizinan pertambangan, membawa bagi dampak pengerjaan proyek infrastruktur pemerintah.
"Saya mendapatkan pekerjaan membangun Poskeswan (Pos Kesehatan Hewan) di wilayah Kecamatan Senduro. Dan masih ada lagi proyek infrastruktur pemerintah lainnya yang saya kerjakan. Saat ini sudah memasuki pertengahan Oktober, pekerjaan baru 20 persen dan terhenti karena tidak ada pasir. Padahal, akhir tahun harus diselesaikan. Kalau tidak, kami kena klaim, penalti dan sebagainya. Untuk itu, pemerintah dan aparat kepolisian harus memikirkan ini," katanya kepada Sentral FM, Senin (12/10/2015).
Menurut Kadar, tambang yang legalitas perizinannya lengkap dan tidak membahayakan lingkungan, harus segera diperbolehkan kembali beroperasi. Karena jika berlarut-larut, maka implikasinya akan bertambah besar.
Jika pelaksanaan pekerjaan tidak selesai karena material pasir yang dibutuhkan tidak tersedia, maka kondisi ini masuk dalam kategori force majeur yang menjadi penghambat pelaksanaan pekerjaan.
"Jika begitu kondisinya, maka kami para rekanan pelaksana pekerjaan yang terdampak kondisi ini, bisa lebih tenang. Karena penyerapan dana pemerintah maksimal harus terserap Desember. Kalau tidak terserap, maka harus ada jalan keluar. Teman-teman rekanan yang lain juga sudah berteriak-teriak atas kondisi ini," ungkapnya.
Sementara itu, keluhan yang lainnya disampaikan Jamah Abdullah, salah satu rekanan penyuplai pasir dan batu untuk proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) di Lumajang mengatakan pengerjaan jelas terganggu dengan penutupan tambang pasir ini. "Padahal, pekerjaan JLS sesuai SPK (Surat Perintah Kerja) harus diselesaikan 15 November. Dengan penutupan ini, kami tidak yakin bisa tepat waktu," kata Jamal Abdullah.
Terkait terdampaknya proyek JLS atas penutupan tambang pasir di Lumajang ini, Dewi J Putriatni Kepala Energi dan Sumberdaya Mineral Pemprov Jatim menyebutkan, pihaknya belum mendengar informasinya. "Tidak ada laporan ke sana tentang hal itu. Kami belum mendengar proyek JLS terganggu akibat penutupan tambang pasir di Lumajang," ucap Dewi J Putriatni.
Sementara As`at Malik Bupati Lumajang saat menemui ratusan mahasiswa yang menggelar aksi di Kantor Pemkab Jl. ALun-Alun Utara, menyatakan bahwa hasil evaluasi perizinan akan segera diumumkan Pemprov Jatim.
"Yang jelas, untuk pertambang pasir besi di pesisir selatan akan ditutup. Namun, pertambangan pasir galian C untuk bangunan di DAS (Daerah Aliran Sungai) nantinya akan diizinkan setelah dilakukan penataan," kata bupati.(her/iss/ipg)
(http://www.suarasurabaya.net)
Penutupan tambang pasir di Kabupaten Lumajang yang dilakukan dalam rangka evaluasi perizinan pertambangan, membawa bagi dampak pengerjaan proyek infrastruktur pemerintah.
"Saya mendapatkan pekerjaan membangun Poskeswan (Pos Kesehatan Hewan) di wilayah Kecamatan Senduro. Dan masih ada lagi proyek infrastruktur pemerintah lainnya yang saya kerjakan. Saat ini sudah memasuki pertengahan Oktober, pekerjaan baru 20 persen dan terhenti karena tidak ada pasir. Padahal, akhir tahun harus diselesaikan. Kalau tidak, kami kena klaim, penalti dan sebagainya. Untuk itu, pemerintah dan aparat kepolisian harus memikirkan ini," katanya kepada Sentral FM, Senin (12/10/2015).
Menurut Kadar, tambang yang legalitas perizinannya lengkap dan tidak membahayakan lingkungan, harus segera diperbolehkan kembali beroperasi. Karena jika berlarut-larut, maka implikasinya akan bertambah besar.
Jika pelaksanaan pekerjaan tidak selesai karena material pasir yang dibutuhkan tidak tersedia, maka kondisi ini masuk dalam kategori force majeur yang menjadi penghambat pelaksanaan pekerjaan.
"Jika begitu kondisinya, maka kami para rekanan pelaksana pekerjaan yang terdampak kondisi ini, bisa lebih tenang. Karena penyerapan dana pemerintah maksimal harus terserap Desember. Kalau tidak terserap, maka harus ada jalan keluar. Teman-teman rekanan yang lain juga sudah berteriak-teriak atas kondisi ini," ungkapnya.
Sementara itu, keluhan yang lainnya disampaikan Jamah Abdullah, salah satu rekanan penyuplai pasir dan batu untuk proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) di Lumajang mengatakan pengerjaan jelas terganggu dengan penutupan tambang pasir ini. "Padahal, pekerjaan JLS sesuai SPK (Surat Perintah Kerja) harus diselesaikan 15 November. Dengan penutupan ini, kami tidak yakin bisa tepat waktu," kata Jamal Abdullah.
Terkait terdampaknya proyek JLS atas penutupan tambang pasir di Lumajang ini, Dewi J Putriatni Kepala Energi dan Sumberdaya Mineral Pemprov Jatim menyebutkan, pihaknya belum mendengar informasinya. "Tidak ada laporan ke sana tentang hal itu. Kami belum mendengar proyek JLS terganggu akibat penutupan tambang pasir di Lumajang," ucap Dewi J Putriatni.
Sementara As`at Malik Bupati Lumajang saat menemui ratusan mahasiswa yang menggelar aksi di Kantor Pemkab Jl. ALun-Alun Utara, menyatakan bahwa hasil evaluasi perizinan akan segera diumumkan Pemprov Jatim.
"Yang jelas, untuk pertambang pasir besi di pesisir selatan akan ditutup. Namun, pertambangan pasir galian C untuk bangunan di DAS (Daerah Aliran Sungai) nantinya akan diizinkan setelah dilakukan penataan," kata bupati.(her/iss/ipg)
(http://www.suarasurabaya.net)
Thursday, January 29, 2015
Pemkab Sleman Keruk Rp 500 Juta Per Bulan
Pemkab Sleman Keruk Rp 500 Juta Per Bulan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Catarina Binarsih
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pengerukan pasir di sejumlah sungai yang berhulu di Gunung Merapi memang diizinkan Pemerintah Kabupaten setempat. Dalih yang tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Sleman No 284 tahun 2011, penambangan itu diharapkan mempercepat normalisasi sungai setelah erupsi.
Pada Selasa (31/7/2012) hari ini, kebijakan normaliasasi sungai itu sudah habis masa berlakunya. Jika pemerintah desa ingin melakukan normaliasasi, harus mengajukan permohonan lagi sebelum 31 Juli. Hingga kemarin, yang mengajukan hanya Pemerintah Desa Kepuharjo.
Kepala Bidang Pertambangan Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman, Purwanto, mengatakan, di Kepuharjo tumpukan material vulkanik masih besar, sehingga masih dibutuhkan normalisasi.
"Tetapi kami lakukan verifikasi, apakah daerah tersebut masih bisa dilakukan normaliasasi atau tidak. Sebab jika tanpa verifikasi, tidak tahunya sudah tak banyak tumpukan material erupsi, maka bisa menganggu keberadaan tanggul," katanya.
Selain melakukan verivikasi terhadap kondisi sungai, Pemkab Sleman juga mengawasi waktu penambangan. Sesuai SK Bupati, penambangan hanya berlangsung pukul 04.00 hingga 19.00.
Berdasarakn beberapa pertimbangan itu, pada periode awal, ada beberapa desa yang ditunjuk untuk mengelolah penambangan pasir Merapi, utamanya desa-desa yang berada di bantaran sungai yang berhulu di di Puncak Merapi.
Sejumlah desa yang mendapatkan izin melakukan penambangan untuk normalisasi, diminta mengelolah pungutan retribusi angkutan. Sesuai Peraturan No 37 tahun 2011, retribusi angkutan material dibedakan tiga, yakni untuk truk pengangkut pasir karkal dikenakan Rp15.000, truk pengangkut batu berukuran sedang Rp 7.500 dan truk pengangkut batu berukuran besar Rp 24.000.
Dari hasil pemungutan itu, Sebagian uang itu, disetorkan ke Pemkab. Kepala Bidang Pendaftaran dan Pendataan Dinas Pendapatan Dearah Kabupaten Sleman, Haris Sutarta, mengatakan, biasanya pemerintah desa menyetrokannya ke Pemkab sehari sekali, atau seminggu sekali atau dua minggu sekali.
Hingga 24 Juli, pendapatan yang masuk dari retribusi normalisasi sungai mencapai Rp 3,6 miliar lebih. Pemasukan itu antara lain dari desa Kepuharjo, Agromulyo, Glagaharjo, Mardikorejo, Wukirsari dan Hargobinangun. Dengan demikian, rata-rata pendapatan Pemkab Slemen per bulan lebih dari Rp 500 juta.
"Jumlah yang disetorkan ke Pemkab tak sama, tergantung dari hasil di lapangan. Kami juga tidak ada target pendapatan bulanan. Namun dalam satu tahun kami tergetkan ada Rp 5 miliar," kata Haris.
Dengan sisa waktu enam bulan sampai Desember 2012, Haris optimistis, target Rp 5 miliar itu bisa didapat. "Semoga targetnya tercapai," tambanya.
Sementara itu, Kabid Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Pemkab Klaten, Andrainto, mengatakan, pihaknya memberlakukan pajak bagi truk galian C yang melalui Klaten.
"Kalau tidak ada yang membawa bukti pajak dari Sleman, kami pungut. Kalau membawa, tidak bisa dipungut," ucapnya.
Dijelaskan, target PAD dari retribusi galian C pada tahun ini diturunkan. Sebab, mayoritas pengambilan pasir Merapi di kawasan Sleman. Sehingga yang memungut retribusi juga dari Kabupaten Sleman.
"Pada 2012 ini kami menargetkar Rp 1,2 miliar, tapi terpaksa diubah menjadi Rp 620 juta pada perubahan anggaran tahun ini. Kami menghitungnya secara rata-rata dari Januari hingga bulan ini hasilnya menyedihkan," jelasnya, tanpa merinci pendapatan yang diperoleh hingga Juli.
Kabupaten Klaten memiliki tiga pos sebagai tempat pemungutan retribusi pada jalur perlintasan truk galian C. Pos-pos itu terletak di Desa Jiwa (Kecamatan Karangnongko), Dukuh Mipitan (Desa Somokaton, KecamatanKarangnongko), dan Desa Ngedo (Kecamatan Jogonalan).
Untuk mengoptimalkan pendapatan, Pemkab Sleman dan Klaten, berulang kali melakukan razia truk, utamanya untuk menertibkan jumlah muatan. "Saat razia, rata-rata kami menilang sekitar 30 truk. Biasanya mereka melebihi batasan opersional normaliasasi dan muatan tonase," ujar Kepala Bidang Pertambangan Dinas SDAEM Sleman, Purwanto.
Meski sudah selalu ada 30 truk yang bisa diamankan, namun razia yang selama ini dilakukan dirasa tidak efektif. Sebab, jika ada sopir truk yang kena tilang, dia akan memberikan informasi kepada temanya. Wal hasil, banyak truk menunggu petugas bubar baru melintas.
"Petugas kesulitan menindak, karena kucing-kucingan dengan sopir truk," ungkap Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubkominfo Kabupaten Sleman, Sulton Fahtoni. (tim)
Laporan Reporter Tribun Jogja, Catarina Binarsih
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pengerukan pasir di sejumlah sungai yang berhulu di Gunung Merapi memang diizinkan Pemerintah Kabupaten setempat. Dalih yang tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Sleman No 284 tahun 2011, penambangan itu diharapkan mempercepat normalisasi sungai setelah erupsi.
Pada Selasa (31/7/2012) hari ini, kebijakan normaliasasi sungai itu sudah habis masa berlakunya. Jika pemerintah desa ingin melakukan normaliasasi, harus mengajukan permohonan lagi sebelum 31 Juli. Hingga kemarin, yang mengajukan hanya Pemerintah Desa Kepuharjo.
Kepala Bidang Pertambangan Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman, Purwanto, mengatakan, di Kepuharjo tumpukan material vulkanik masih besar, sehingga masih dibutuhkan normalisasi.
"Tetapi kami lakukan verifikasi, apakah daerah tersebut masih bisa dilakukan normaliasasi atau tidak. Sebab jika tanpa verifikasi, tidak tahunya sudah tak banyak tumpukan material erupsi, maka bisa menganggu keberadaan tanggul," katanya.
Selain melakukan verivikasi terhadap kondisi sungai, Pemkab Sleman juga mengawasi waktu penambangan. Sesuai SK Bupati, penambangan hanya berlangsung pukul 04.00 hingga 19.00.
Berdasarakn beberapa pertimbangan itu, pada periode awal, ada beberapa desa yang ditunjuk untuk mengelolah penambangan pasir Merapi, utamanya desa-desa yang berada di bantaran sungai yang berhulu di di Puncak Merapi.
Sejumlah desa yang mendapatkan izin melakukan penambangan untuk normalisasi, diminta mengelolah pungutan retribusi angkutan. Sesuai Peraturan No 37 tahun 2011, retribusi angkutan material dibedakan tiga, yakni untuk truk pengangkut pasir karkal dikenakan Rp15.000, truk pengangkut batu berukuran sedang Rp 7.500 dan truk pengangkut batu berukuran besar Rp 24.000.
Dari hasil pemungutan itu, Sebagian uang itu, disetorkan ke Pemkab. Kepala Bidang Pendaftaran dan Pendataan Dinas Pendapatan Dearah Kabupaten Sleman, Haris Sutarta, mengatakan, biasanya pemerintah desa menyetrokannya ke Pemkab sehari sekali, atau seminggu sekali atau dua minggu sekali.
Hingga 24 Juli, pendapatan yang masuk dari retribusi normalisasi sungai mencapai Rp 3,6 miliar lebih. Pemasukan itu antara lain dari desa Kepuharjo, Agromulyo, Glagaharjo, Mardikorejo, Wukirsari dan Hargobinangun. Dengan demikian, rata-rata pendapatan Pemkab Slemen per bulan lebih dari Rp 500 juta.
"Jumlah yang disetorkan ke Pemkab tak sama, tergantung dari hasil di lapangan. Kami juga tidak ada target pendapatan bulanan. Namun dalam satu tahun kami tergetkan ada Rp 5 miliar," kata Haris.
Dengan sisa waktu enam bulan sampai Desember 2012, Haris optimistis, target Rp 5 miliar itu bisa didapat. "Semoga targetnya tercapai," tambanya.
Sementara itu, Kabid Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Pemkab Klaten, Andrainto, mengatakan, pihaknya memberlakukan pajak bagi truk galian C yang melalui Klaten.
"Kalau tidak ada yang membawa bukti pajak dari Sleman, kami pungut. Kalau membawa, tidak bisa dipungut," ucapnya.
Dijelaskan, target PAD dari retribusi galian C pada tahun ini diturunkan. Sebab, mayoritas pengambilan pasir Merapi di kawasan Sleman. Sehingga yang memungut retribusi juga dari Kabupaten Sleman.
"Pada 2012 ini kami menargetkar Rp 1,2 miliar, tapi terpaksa diubah menjadi Rp 620 juta pada perubahan anggaran tahun ini. Kami menghitungnya secara rata-rata dari Januari hingga bulan ini hasilnya menyedihkan," jelasnya, tanpa merinci pendapatan yang diperoleh hingga Juli.
Kabupaten Klaten memiliki tiga pos sebagai tempat pemungutan retribusi pada jalur perlintasan truk galian C. Pos-pos itu terletak di Desa Jiwa (Kecamatan Karangnongko), Dukuh Mipitan (Desa Somokaton, KecamatanKarangnongko), dan Desa Ngedo (Kecamatan Jogonalan).
Untuk mengoptimalkan pendapatan, Pemkab Sleman dan Klaten, berulang kali melakukan razia truk, utamanya untuk menertibkan jumlah muatan. "Saat razia, rata-rata kami menilang sekitar 30 truk. Biasanya mereka melebihi batasan opersional normaliasasi dan muatan tonase," ujar Kepala Bidang Pertambangan Dinas SDAEM Sleman, Purwanto.
Meski sudah selalu ada 30 truk yang bisa diamankan, namun razia yang selama ini dilakukan dirasa tidak efektif. Sebab, jika ada sopir truk yang kena tilang, dia akan memberikan informasi kepada temanya. Wal hasil, banyak truk menunggu petugas bubar baru melintas.
"Petugas kesulitan menindak, karena kucing-kucingan dengan sopir truk," ungkap Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubkominfo Kabupaten Sleman, Sulton Fahtoni. (tim)
Subscribe to:
Comments (Atom)




