Thursday, July 16, 2015

Harga pasir untuk bahan bangunan yang bersumber dari lereng gunung Merapi melambung

Harga pasir untuk bahan bangunan yang bersumber dari lereng gunung Merapi melambung. Setelah erupsi 2010, harga pasir per truk hanya Rp 80 ribu di lokasi. Kini, harganya mencapai Rp 120 ribu per meter kubik. Padahal satu truk bisa berisi 6 hingga 7 meter kubik.

Harga pasir di toko-toko bangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai Rp 1 juta per truk, bahkan lebih. Dulu, harga pasir satu truk di Kota Yogyakarta hanya Rp 350 ribu hingga Rp 450 ribu. Di luar DIY bisa mencapai Rp 1,5 juta per truk atau lebih tergantung jarak.

"Pasir sudah sangat berkurang di lereng Merapi paskaerupsi 2010. Harganya semakin mahal karena diangkut ke truk secara manual. Ditambah lagi harga bahan bakar minyak naik," kata Sriyono, Kepala Urusan Pembangunan, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Kamis, 27 November 2014.

Mahalnya harga pasir dari material erupsi gunung itu sangat dipengaruhi oleh minimnya pasir, alat angkat, dan harga solar yang semakin melambung. Dulu, setelah erupsi 2010, di sekitar gunung Merapi ada sekitar 140 juta meter kubik material. Namun, seiring program normalisasi sungai dan aktivitas penambangan pasir, material semakin menyusut.

Selama empat tahun terakhir masyarakat di sekitar lereng gunung juga diuntungkan. Begitu pula para pengusaha pasir. Setiap hari ribuan truk mengambil pasir yang dijual ke berbagai daerah.

Lalu, pemerintah kabupaten Sleman melarang penambangan pasir di sungai yang berhulu gunung dengan alat berat atau backhoe. Warga dan penambang pasir hanya menambang dengan cara manual.

Karena pasir di sungai seperti Sungai Gendol, Opak, Kuning, dan Sungai Boyong semakin berkurang, penambangan beralih ke lahan warga yang teruruk material vulkanik. Namun, pemerintah juga membatasi penambangan pasir di lahan warga. Sebab, lahan yang dimiliki warga di lereng gunung itu merupakan lahan pertanian.

Pemerintah kabupaten Sleman mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2013 tentang Usaha Pertambangan Mineral bukan Logam dan Batuan. "Sekarang banyak backhoe yang nganggur, menambang pasir hanya secara manual," kata dia.�

Menurut Heri Suprapto, Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, meskipun hujan sudah mengguyur puncak gunung, namun material yang terbawa melalui sungai hanya sedikit. Saat ini, terutama di sungai Gendol, material yang turun dari hulu baru mencapai Dusun Kopeng. "Hujan di puncak belum begitu deras. Pasir belum turun melalui sungai-sungai dari hulu," kata Heri.

Wednesday, June 3, 2015

Langka karena kemarau, harga pasir Merapi melambung

Langka karena kemarau, harga pasir Merapi melambung

Merdeka.com - Musim kemarau yang cukup panjang, membuat pasir di lereng Merapi semakin langka. Pasir di sejumlah sungai yang selama ini dialiri lahar dingin material Merapi, seperti Kaliworo, mulai menipis. Kondisi tersebut berimbas pada pengecer dan toko material di Kota Solo dan sekitarnya. Akibat stok yang menipis tersebut, harga di pasaran melambung.

Pantauan merdeka.com di sejumlah pengecer dan toko material memang jarang ditemui stok pasir yang menumpuk. Seperti di Jalan Baki-Solo, Kadilangu yang biasanya ada belasan truk pasir Merapi, pada hari ini Senin (15/9) terlihat sepi. Hanya ada 2 atau 3 truk saja yang mangkal.

"Sepi mas, nggak ada pasir di atas (Kaliworo, Merapi)," ujar Mukidi, salah satu penjual pasir.

Mukidi mengatakan, tak hanya sepi pasir, pembeli pun juga jarang yang nampak. Karena harga sudah meroket. Sejak seminggu terakhir, harga per truk naik minimal Rp 250 ribu.

"Dulu cuma Rp 750 ribu, sekarang paling murah Rp. 1 juta," katanya.

Sementara itu di toko material Jalan Popda Banjarsari, Solo harga ecer 1 mobil pick up pasir Rp 200 ribu. Harga tersebut naik dari harga normal Rp 140-150 ribu.

"Kalau pas lancar dulu satu colt kita jual Rp 150 ribu, sekarang Rp 200 ribu," ucap Joko Keok, pengecer pasir.

Selain kemarau, kelangkaan pasir juga disebabkan oleh sulitnya penambangan menggunakan peralatan berat. Penambangan, di Kabupaten Klaten hanya diperbolehkan dengan cara manual.

"Sebenarnya banyak truk yang ngantre, tapi kalau nambangnya cuma manual, hasilnya kan sedikit. Banyak yang tidak kebagian pasir," pungkas Mukidi.

Thursday, May 28, 2015

Pengertian Defenisi Volume Pekerjaan


Pengertian  Dan Definisi Volume Pekerjaan



 

Volume Pekerjaan merupakan masalah yang selalu kita hadapi bagi seorang Civil Engineer. Setiap Pekerjaaan atau proyek yang kita laksanakan maka Volume memiliki peranan penting. Maka pada kesempatan ini kita akan membahasa tentang Pengertian Volume Pekerjaan.Yang di maksud dengan Volume pekerjaan adalah Menghitung jumlah banyaknya Volume pekerjaan

Monday, May 18, 2015

Kontraktor Waterboom, Waterpark & Waterslide Untuk Wahana Air

Kontraktor Waterboom Murah
Kontraktor Waterpark Murah
Kontraktor Waterslice Murah
Kontraktor Fiber Waterboom
Kontraktor Waterpark Fibreglass


Ingin membangun sebuah bisnis wahana air yang berkualitas ? Untuk memastikan kualitas kontraktor waterboom / waterslide / waterpark untuk bisnis Anda jangan memilih kontraktor fiberglass yang asal murah, ataupun asal modelnya bagus. Namun perlu diperhatikan juga apakah permainan waterboom tersebut lancar saat meluncur, karena tidak sedikit karena hanya mengejar proyek, seluncurannya tidak berfungsi maksimal, alisan tidak bisa meluncur/ macet meskipun air yang mengalir cukup banyak.

Oleh karena itu pastikan MainanFiberglass.Com dengan no hp. 085229555797 adalah produsen / pabrik permainan /wahana air yang Anda Pilih. Kami garansi akan kualitas pekerjaan kami yang memuaskan. Kami telah menggarap proyek dari Sabang hingga Merauke. Mulai dari proyek waterboom kecil hingga pekerjaan waterpark dengan luas tanah ber hektar-hektar.


085229555797
085229555797
Waterboom sekarang menjadi salah satu alternatif wisata bagi keluarga dengan berbagai alasan. Seperti tidak terlalu jauh, bisa untuk semua usia, murah dan penuh keceriaan. Waterpark/ waterboom biasanya dilengkapi dengan beberapa kolam yaitu :
  • Kolam anak dengan ketinggian air 10-40 cm, sehingga mulai dari balita hingga anak-anak dapat berbaik dengan aman (tidak mungkin tenggelam). Kolam ini biasanya dilengkapi dengan waterpark mulai dari ember tumbah, seluncuran putar anak, seluncuran lurus anak dan pancuran.
  • Kolam Dewasa dengan ketinggan mulai dari 1-1,5 meter. Dilengkapi dengan waterslide fiberglass yang berkelok-kelok untuk menguji adrenalin. Biasanya terdapat 2 macam waterlide yaitu race waterslide dan spiral waterslide. Bisa menggunakan ban maupun tanpa ban.
  • Kolam arus adalah kolam yang mengalir dan dapat dinikmati dengan naik di atas ban. Kolam arus ini dibuat berkelok dan sealami mungkin, sehingga menyerupai sungai. Ketinggian kolam ini adalah 1 m.
  • Kolam renang dewasa ini disediakan bagi yang menyukai olahraga renang. Karena ketiga kolam renang diatas tidak maksimal untuk berolahraga.
Selain fasilitas kolam yang lengkap, kawasan wisata air ini bisa dilengkapi dengan kafe/ resto, tempat fitnes, lapangan tenis dan maupun kolam pancingan. Sehingga dengan konsep all in one akan lebih banyak menarik keluarga untuk berwisata di waterboom Anda. Untuk informasi desain waterboom dan informasi biaya kontraktor waterboom & waterpark hub km di  085229555797 Pak Mul. Kami melayani pemasangan di seluruh Indonesia. Lokasi produksi Solo, Jawa Tengah

Sepeda Air Unik untuk Peluang Bisnis Anda




Sepeda air yang ramah lingkungan dan menyehatkan tentunya menjadi salah satu alternatif untuk menikmati liburan anda bersama keluarga. Selain menyewa perau untuk menikmati pemandangan danau atau waduk buatan maka anda bisa juga menggunakan sepeda air yang tarifnya biasanya relatif murah. Banyak tempat-tempat wisata air yang menyediakan permainan sepeda air ini seperti tempat wisata telaga Sarangan, danau Toba di Sumatera Utara, danau Tondano di Manado dan sebagainya. Yuk kita llihat lebih lanjut soal sepeda air ini. 

Berbagai Macam Model Sepeda Air
Awalnya atau sepeda air yang umum kita lihat baik di Indonesia ataupun di luar negeri adalah sepeda air dengan model bebek atau ngsa tapi seiring dengan perkembangan zaman dan creativitas para pembuat sepeda air maka kita bisa melihat sepeda air dengan berbagai macam model seperti model kuda laut dan paus. Pedagang yang jual sepeda air model kuda laut & paus inipun mulai menjamur karena bentuknya yang unik dan lucu yang menarik minat anak-anak untuk menggunakannya. Umumnya para produsen yang jual sepeda air model kuda laut & paus ini mengunakan bahan fiberglass yang kuat yang dapat menampung beban berat.

Penjual Sepeda Air Murah
Meskipun sepeda air model kuda laut dan paus ini memang sedang digemari saat ini namun harganya pun sangat berbeda untuk setiap produsen. Harga jual sepeda air model kuda laut & paus tergantug dari beberapa hal antara lain biaya tenaga kerja, harga fiberglass yang di pakai, harga bahan baku lainnya yang dibutuhkan untuk membuat sepeda air dan juga biaya produksi lainnya. Dalam memilih penjual sepeda air maka anda harus teliti dan cermat serta membandingkan harga dan kualitas fiber glass yang di pakai untuk membuat sepeda air tersebut.
Anda bisa mendapatkan harga yang terjangkau unutuk sepeda air model kuda laut dan paus ini di mainanfiberglass.com juga berbagai macam mainan air yang berbahan fiberglass dengan kulaitas yang tinggi. Sekian artikel ini dan saya harap artikel ini bermanfaat bagi anda dan sampai ketemu di artikel-artikel berikutnya.

Sunday, May 17, 2015

Berapa Harga Pasir di Lokasi Penambangan?


Berapa Harga Pasir di Lokasi Penambangan?
      |


Harianjogja.com, SLEMAN- Aktivitas penambangan di lereng Merapi memang tidak seramai biasanya. Antrean truk tidak mengular seperti yang terjadi sekitar sebulan silam.

Selain itu di kawasan penambangan Sungai Gendol tepatnya di Dusun Jambu, Desa Kepuharjo juga tidak banyak aktivitas penambangan pasir. Hanya ada dua truk dan empat orang penambang rakyat yang berada di area kedalaman 90 meter dari permukaan jalan desa itu.



Hal yang sama juga nyaris terjadi di area penambangan Sungai Gendol di Kaliadem. Meski jumlah lebih banyak ketimbang di Jambu tapi jumlah itu tak seperti hari-hari sebelumnya.

Para penambang lebih memilih di area lahan warga atau di luar sungai. Kendati demikian bukan menggunakan alat berat tetapi secara manual atau penambang rakyat. Sehingga tampak belasan truk yang memasuki area lahan warga kemudian diisi dengan pasir secara manual.

Tidak diperbolehkannya alat berat beroperasi di Gendol membuat harga pasir di area penambanga bisa tembus Rp700.000 per rit atau sekitar lima hingga delapan meter kubiknya.



Salah satu pemilik lahan yang memanfaatkan untuk ditambang manual secara mandiri adalah Giyat, 55. Warga Jambu, Kepuharjo yang tinggal di Huntap Mandiri ini menceritakan jika alat berat beroperasi di sungai harga pasir berkisar antara Rp200.000 dan Rp350.000.

Namun dengan adanya larangan, harga pasir dari area tambang berkisar antara Rp500.000 hingga Rp700.000. Kenaikan itu terjadi sejak dua pekan terakhir. Hal itu menurutnya normal, mengingat pasir susah didapat. Sementara penambang mengambilnya secara manual dengan peralatan sekop.

“Tapi tergantung kualitas pasir juga, kalau lembut nanti bisa tinggi. Ini tadi saya menjual Rp700.000 satu truk agak lumayan besar,” ujar pria yang rumahnya teredam pasir saat erupsi Merapi 2010 ini, Rabu (3/12/2014).

Giyat terus memanfaatkan area lahan tempat tinggal yang terkubur hingga kedalaman mencapai tiga meter. Lahan itu kini menjadi penghidupan sehari-hari untuk ditambang baik pasir maupun batunya.

Kendati demikian lebih banyak pasir, jika batu biasanya pembeli memesan via ponsel tetapi untuk pasir langsung datang kemudian bisa terjadi transaksi.

“Biasanya saya sehari satu rit saja cukup, atau kadang mengumpulkan beberapa hari baru saya jual, tergantung kekuatan badan,” imbuhnya.

Para pembeli pasir dari hasil tambang manual itu menurut dia tergolong imbang. Selain truk lokal ada juga truk dari luar DIY. Tetapi di tengah harga yang melambung biasanya hanya truk luar DIY tertentu saja yang datang membeli. Karena para sopir juga tak ingin merugi. “Kalau dari luar biasa mereka sudah ada yang pesan,” kata dia.

Terpisah Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan, Heri Suprapto mengatakan berdasarkan pemantauannya harga per kubik pasir mencapai Rp110.000. Padahal untuk truk ukuran kecil biasanya mampu mengisi lima meter kubik pasir, sedangkan ukuran besar mencapai delapan meter kubik.

Dengan demikian, versi dia, untuk per rit truk ukuran kecil harga bisa minimal Rp550.000 dan truk ukuran besar bisa mencapai Rp800.000.

“Per kubik itu Rp110.000 sudah di atas truk jadi tidak pakai cari tukang menaikkan. Padahal tiap truk itu isinya antara lima sampai delapan kubik. Yang jelas di atas Rp500.000 [harga pasir] sekarang,” kata dia.

Kenaikan harga itu, diakui Heri, memang karena adanya pelarangan alat berat yang beroperasi sejak Senin 17 November lalu. Pihaknya langsung mensosialisasikan kepada pengelola penambangan terkait larangan yang dikeluarkan Bupati Sleman melalui surat edaran itu.

Karena itu, ditegaskan Heri, sampai saat ini tidak ada satu pun alat berat yang beroperasi baik di dalam sungai maupun di lahan milik warga.

Thursday, May 14, 2015

Harga material bangunan berupa pasir dari Gunung Merapi masih terbilang cukup tinggi harganya


Yogyakarta, Targetabloid - Harga material bangunan berupa pasir dari Gunung Merapi masih terbilang cukup tinggi harganya. Hal ini sesuai dengan pemantauan kami hari ini, Jum’at (6/6) di kawasan Kaliadem, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, harga pasir masih disekitar Rp. 400.000,- sampai Rp. 600.000,- per rit atau per bak truk pasir.

Sebelumnya penyebab dari harga melonjak tajam dikarenakan status Waspada Merapi yang terjadi pada bulan Mei kemarin. Faktor utamanya adalah dilarangnya aktifitas penambangan disekitar sungai yang berhulu di Gn. Merapi. Namun, hingga hari ini meskipun status Waspada Merapi telah turun harga pasir Merapi yang menjadi primadona para penjual material masih bertengger cukup mahal.

Menurut Kasimo (34) warga desa Cangkringan yang turut menambang pasir di kali Adem mengatakan bahwa tingginya harga pasir ini memang sengaja dipertahankan karena beberapa faktor, faktor pertama ialah memanfaatkan moment sebelum alat berat seperti backhole dan buldoser kembali menambang lagi, yang kedua adalah agar jalur evakuasi tidak rusak kembali yang diakibatkan oleh intensitas truk tambang yang lalu-lalang. Diharapkan dengan harga tinggi para sopir truk tidak sering-sering mencari pasir di kawasan kali Adem lagi.

“kami memang sengaja menetapkan tarif tinggi, ini karena memanfaatkan moment sebelum kapal keruk atau backhole dan buldoser yang dahulu sempat ditarik turun karena status Merapi kembali kesini. Yang kedua juga agar truk-truk tidak sering-sering lewat yang akan merusak lagi jalur evakuasi nantinya, soal laku atau tidaknya pasir kami tentu laku. Kami pun menerapkan tarif berbeda pula diantara sopir yang berasal dari DIY kami menetapkan tarif Rp. 400.000,- sedangkan dari luar DIY sekitar Rp. 600.000,-“ terangnya.

Namun, keadaan yang berbeda justru dialami oleh para sopir truk, Dino (30), sopir turk yang sehari-hari mengambil pasir merapi di kawasan kali Adem ini mengaku rugi besar dengan harga pasir yang tinggi. Dirinya tidak dapat menjual kembali pasirnya dengan harga yang tinggi karena konsumen memilih mendatangkan pasir dari kawasan lain, meskipun kualitasnya tidak sebagus pasir Merapi.

“Jujur kalau dihitung-hitung ya rugi besar, waktu ngambil disini dengan harga segini kemudian dijual di luar para pengepul maupun konsumen juga kadang-kadang menolak dengan harga yang saya tawarkan padahal sudah mepet ngambil untungnya” ungkapnya.(Red/HUM)