Tuesday, April 14, 2015

Jual Waterboom Fiberglass

Kolam renang dengan waterboom fiberglass adalah salah satu wahana yang selalu menjadi favorit di berbagai tempat wisata. Bentuknya dan desainnya yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Bukan hanya itu, wahana ini juga dapat dinikmati oleh anak-anak maupun orang dewasa sekaligus. Maka dari itu, tak heran juga kalau usaha waterboom fiberglass saat ini semakin berkembang. Jika anda adalah salah satu orang yang juga ingin memulai usaha jual waterboomfiberglass, ada beberapa cara yang dapat anda tempuh agar usaha dan produk anda berkembang pesat.

Kontraktor Waterpark  HP. 085229555797 (Sel Indonesia)


Strategi Penjualan
Strategi penjualan yang tepat akan membantu usaha penjualan anda. Anda dapat memulainya dengan menghitung dan memperkirakan banyaknya tenaga kerja, bahan baku yang anda butuhkan, atau media pemasaran yang akan anda gunakan. Salah satu hal yang paling menentukan dalam persaingan bisnis adalah harga jual. Harga jualwaterboom fiberglass yang lebih rendah tentu saja akan lebih menarik bagi pelanggan. Anda dapat menjual produk dengan jasa yang lebih murah dengan mengatur biaya produksi seperti bahan baku fiberglass, biaya tim desain atau karyawan, dan biaya tenaga kerja pembuat waterboom fiberglass. Lebih baik anda memilih tempat pembelian bahan baku yang mudah dijangkau untuk mempertimbangkan biaya transportasi. Pembelian dengan jumlah banyak pun dapat membantu menghemat biaya. jangan lupa juga pilih bahan baku dengan kualitas baik. Selain itu, bila anda memiliki kemampuan desain produk sendiri, berarti anda tak perlu menyewa tim desain khusus dalam usaha anda. Media pemasaran yang tepat juga memiliki andil dalam hal ini. Lebih baik anda memasarkan produk anda sendiri tanpa perantara atau jasa pemasaran. Hal ini akan menghemat pengeluaran anda.

Kontraktor Waterboom  HP. 085229555797 (Sel Indonesia)


Memasarkan Produk
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, lebih baik anda memasarkan sendiri produk anda tanpa perantara. Jaman sekarang, banyak sekali media yang dapat anda gunakan untuk berbisnis. Salah satu contohnya adalah media sosial. Anda dapat mengiklankan produk anda melalui blog, twitter, atau facebook. Jangan lupa untuk mencantumkan detail produk dan foto-foto asli. Dengan begitu, usaha jual waterboom fiberglass anda dapat berkembang dengan cepat.

Thursday, April 9, 2015

Tips Mencari Waterboom Fiberglass



 Akhir-akhir ini banyak sekali tempat wisata baru bermunculan di berbagai kota, khususnya kota-kota yang sedang berkembang. Tempat-tempat wisata tersebut bermacam-macam, namun biasanya di dominasi oleh taman bermain. Taman bermain memiliki daya tarik tersendiri karena menawarkan wahana yang bervariasi. Dari semua wahana yang tersedia, kolam renang biasanya selalu hadir di dalamnya. Yang sedang populer saat ini adalah kolam renang dengan waterboom fiberglass. Bukan hanya karena bentuknya yang menarik, wahana ini juga menawarkan tantangan tersendiri dalam menikmati kolam renang. Bagi anda yang mulai tertarik dalam usaha ini dan sedang mencari waterboom fiberglass, ada beberapa tips menarik yang dapat anda simak berikut ini.

Kontraktor Waterboom  HP. 085229555797 (Sel Indonesia)


Rencanakan Desain Waterboom Fiberglass Anda
Sebelum mulai mencari, pastikan anda tahu betul rancangan atau tipe waterboom fiberglassyang anda inginkan untuk usaha anda. Ada berbagai macam jenis waterboom fiberglass yang tersedia di pasaran. Namun, yang perlu anda ingat adalah pilihan wahana permainan harus disesuaikan dengan kondisi lahan usaha anda. Anda dapat memulainya dengan mempertimbangkan luas lahan, berapa bnyaka wahana yang anda perlukan, budget anda, maupun bentuk wahana tersebut. Jika anda menemui kesulitan, anda dapat meminta bantuan beberapa ahli perencanaan lahan maupun wahana terlebih dahulu. Setelah perencanaan mengenai jumlah, tipe atau banyaknya wahana telah selesai, anda dapat mulai mencari waterboom fiberglass dengan memilih beberapa seller.


Kontraktor Waterpark  HP. 085229555797 (Sel Indonesia)


 
Pilih Seller Waterboom Fiberglass Yang Terpercaya
Mencari waterboomfiberglass memang bukan hal yang mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Tahap selanjutnya yang perlu anda lakukan adalah memilih seller yang tepat. Anda dapat mencarinya dari koran, majalah, atau melalui internet. Pastikan ada kontak jelas yang dapat dihubungi. Pilihlah seller yang sudah berpengalaman dan menggeluti bidang ini sejak lama. Perhatikan juga harga yang di tawarkan dengan membandingkannya dengan seller lain. Jangan terlalu tergiur dengan perbedaan harga yang terlalu tinggi. Lebih baik anda perhatikan bahan dan kualitas waterboom fiberglass yang ditawarkan terlebih dahulu. Akan lebih baik jika anda bertemu langsung dengan seller. Dengan begitu, anda dapat mulai mendiskusikan mengenai rancangan dan perkiraan biaya.

Monday, March 30, 2015

Mengapa Harus Pasir Merapi ?

Mengapa Harus Pasir Merapi ?

Pasir Gunung Merapi Memiliki Kualitas Terbaik

Merupakan pasir kualitas terbaik untuk bahan bangunan. Fungsi pasir gunung api sebenarnya sama dengan pasir biasa. Namun, kandungan silika (SiO) yang tinggi membuat kualitasnya menjadi sangat baik…

Pasir Gunung Merapi Sangat Baik Untuk Bahan Beton

Pasir gunung api juga sangat baik digunakan untuk bahan beton. Ujung silika yang runcing membentuk partikel yang memiliki sudut. Pola partikel bersudut itulah yang membuat ikatan pasir gunung api dengan semen menjadi lebih kuat.

Pasir Gunung Merapi Belum Mengalami Pelapukan

Selain silika, pasir gunung api juga memiliki kandungan besi (FeO). Kandungan besi pasir gunung api sangat baik karena belum mengalami pelapukan sehingga baik untuk campuran bahan bangunan.

Friday, February 20, 2015

Urip Harus Bayar Enam Pungutan

Urip Harus Bayar Enam Pungutan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Catarina Binarsih
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA  - Lalu siapa yang mendapat berkah dari pasir Merapi yang harganya tembus Rp 1 juta per truk itu? Penelusuran Tribun mulai dari hilir hingga hulu menunjukkan, distributor pasir Merapi ini, di rantai paling awal harus mengeluarkan Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu per truk. Biaya itu sebagai ongkos menaikkan pasir dari Sungai Gendol kawasan Dukuh Singlar, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, ke atas bak truk mereka.
"Kalau menggunakan backhoe harus bayar Rp 150 ribu per satu bak truk. Sedangkan penambang manual hanya bayar Rp 120 ribu per satu bak truk," tutur Urip. Satu kelompok penambang pasir manual yang berjumlah tiga orang, mampu mengisi pasir satu bak truk sekitar tiga jam.
Setelah bak truk penuh terisi pasir, Urip dan ratusan sopir truk lainnya, langsung tancap gas meninggalkan Sungai Gendol. Mulai saat meninggalkan Sungai Gendol hingga ke kota tujuan, setiaknya sopir harus terhenti di enam pos retribusi dan membayar beberapa pungutan.
Beberapa meter setelah naik dari Sungai Gendol, sopir truk harus melewati pos yang didirikan warga setempat. Di tempat ini, sopir yang menjulurkan beberapa uang pecahan dua ribuan atau kadang-kadang hingga Rp 3 ribu.
Masih di daerah Singlar, ada juga pos petugas yang memegang karcis berlogo Pemda Sleman. Pemungutan retribusi ini justru dilakukan di tengah tengah jalan yang ada rambu larangan lewat bagi truk galian C.
Pada karcis itu, tertera Rp 15 ribu (karcis biru) bagi truk pengangkut pasir, sedangkan truk pengangkut pasir batu  (sirtu) dikenakan tarif Rp 7.500 (karcis pink). Karcis ini, dalam sehari hanya dikenakan sekali, dan truk bebas berkali-kali masuk keluar areal penambangan.
"Biasanya petugas dari Pemda Sleman bisa diberi uang di bawah banderol, tetapi kita tidak diberi karcis," ungkap Urip.
Keluar dari kawasan Sleman, sopir truk pasir ini masih berhadapan dengan pos retribusi lain, Saat memasuki kawasan Kecamatan Manisrenggo, Klaten, ada beberapa warga setempat juga memungut retribusi. Setidaknya ada empat pos pungutan yang didirikan warga.
Saat hendak memasuki Jalan Solo-Yogyakarta, masih ada pos pembayaran retribusi truk galian C milik Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Klaten. Petugas memberikan karcis resmi yang dibanderol Rp 10 ribu.  "Jika bisa menunjukkan karcis dari pembayaran retribusi di Sleman, kami tidak dipungut retribusi lagi," imbuh Urip.
Hingga tiba di lokasi antaran pasir di Klaten, Urip dan ratusan sopir truk lain harus membayar lima hingga enam kali pungutan, yang jumlahnya mencapai Rp 27 ribu. Rinciannya, membayar pungutan retribusi desa di empat pos warga, sekitar Rp 12 ribu, dan membayar pungutan retribusi di pos milik Pemkab (Sleman atau Klaten) Rp 15.000.
Ditambah biaya sopir, solar dan biaya operasional lain, keuntungan yang diperoleh bos Urip sekitar Rp 105 per satu truk pasir yang dijualnya ke seorang kontraktor di Klaten. Bila diantar ke kota lain yang jaraknya lebih jauh, keuntungan total per hari per truk yang diperoleh bos Urip pun tidak bertambah signifikan, karena biaya solar dan sopir menjadi bertambah besar. (*)

Thursday, February 19, 2015

cara menghitung volume material pondasi

cara menghitung volume material pondasi
Berikut ini cara menghitung volume material pondasi batu kali, Pondasi digunakan sebagai penahan rumah atau bangunan sehingga konstruksi dapat berdiri kokoh di atasnya. pada saat akan membuat pondasi kita berpikir berapa material yang akan dibutuhkan, sehingga dapat dipersiapkan sebelumnya. misalnya pondasi batu kali dengan gambar berbentuk seperti ini:

Bentuk trapesium dengan panjang total pondasi adalah 35 m’ lebar atas pondasi 30 cm sedangkan lebar bawah pondasi 60 cm dan tinggi 70 cm dan panjang pondasi 35m.
pertama kali kita lihat item pekerjaan yang ada pada pekerjaan pondasi tersebut yaitu:
1. Pekerjaan Bowplank
2. Pekerjaan galian tanah
3. pekerjaan urugan pasir
4. Pekerjaan pasangan pondasi batu kali 1:5

berikutnya adalah mengitung volume tiap item pekerjaan

1. Pekerjaan Bowplank
volumenya 35 m’
kayu = 0.01 m3 x 35 = 0.35 m3
paku 0.02kg x35 = 0.7 kg dibulatkan 1 kg
Bowplank ini digunakan untuk pengukuran dan kesikuan letak pondasi agar sesuai dengan perencanaan.

2. Pekerjaan galian tanah
volume galian tanah = ((0.6+0.9)/2)x0.75= 0.5625
volume total galian tanh=0.5625  x35=19.6875 m3
“tidak membutuhkan material” pada situasi tertentu yang mengalami kesulitan dalam melakukan pembuangan hasil galian tanah maka diperlukan upaya khusus dalam mengatasinya seperti merencanakan suatu area konstruksi yang memerlukan urugan tanah hal ini biasa disebut sebagai cutting fill.

3. Pekerjaan urugan pasir
Volume urugan pasir = 0.6×0.05 = 0.09
volume total pasir= 0.09 x35 = 3.15
pasir urug = 1.05 m3 x 3.15 = 3.3075 m3
Jumlah pasir 1 truck rata-rata adalah 4m3 jadi kita bisa membeli satu truck pasir untuk pekerjaan pondasi tersebut, namun masing-masing truck mempunyai volume yang berbeda-beda.

4. Pekerjaan Pasangan batu kali 1:5
Luas penampang trapesium pasangan batu kali =((0.6+0.3)/2)x0.7= 0.315 m2
volume total pasangan batu kali =0.315 x35 = 11.025 m3
batu kali = 1.2 m3 x 11.025 = 13.23 m3
Pasir = 0.54 m3 x 11.025 = 5.9535 m3
Semen = 2.68 zak x 11.025 = 29.547 zak dibulatkan 30 zak

Pekerjaan urugan tanah kembali
volume urugan tanah kembali = 19.6875 – 11.025 – 3.3075
“tanah diambil dari bekas galian”
jadi menurut perhitungan di atas maka volume material yang dibutuhkan adalah
pasir = 3.3075 + 5.9563 = 9.2638 m3
batu kali = 13.23 m3
semen = 30 zak
paku =  1 kg
papan bowplank = 0.35 m3
nah setelah itu tinggal ke toko deh.. belanja tuh material untuk pelaksanaan pembangunan pondasi batu kali.


sumber : ilmusipil.com

Wednesday, February 11, 2015

Tambang Pasir Lumajang Ditutup, Proyek Infrastruktur Pemerintah Mandek

Tambang Pasir Lumajang Ditutup, Proyek Infrastruktur Pemerintah Mandek
Penutupan tambang pasir di Kabupaten Lumajang yang dilakukan dalam rangka evaluasi perizinan pertambangan, membawa bagi dampak pengerjaan proyek infrastruktur pemerintah.

"Saya mendapatkan pekerjaan membangun Poskeswan (Pos Kesehatan Hewan) di wilayah Kecamatan Senduro. Dan masih ada lagi proyek infrastruktur pemerintah lainnya yang saya kerjakan. Saat ini sudah memasuki pertengahan Oktober, pekerjaan baru 20 persen dan terhenti karena tidak ada pasir. Padahal, akhir tahun harus diselesaikan. Kalau tidak, kami kena klaim, penalti dan sebagainya. Untuk itu, pemerintah dan aparat kepolisian harus memikirkan ini," katanya kepada Sentral FM, Senin (12/10/2015).


Menurut Kadar, tambang yang legalitas perizinannya lengkap dan tidak membahayakan lingkungan, harus segera diperbolehkan kembali beroperasi. Karena jika berlarut-larut, maka implikasinya akan bertambah besar.

Jika pelaksanaan pekerjaan tidak selesai karena material pasir yang dibutuhkan tidak tersedia, maka kondisi ini masuk dalam kategori force majeur yang menjadi penghambat pelaksanaan pekerjaan.

"Jika begitu kondisinya, maka kami para rekanan pelaksana pekerjaan yang terdampak kondisi ini, bisa lebih tenang. Karena penyerapan dana pemerintah maksimal harus terserap Desember. Kalau tidak terserap, maka harus ada jalan keluar. Teman-teman rekanan yang lain juga sudah berteriak-teriak atas kondisi ini," ungkapnya.

Sementara itu, keluhan yang lainnya disampaikan Jamah Abdullah, salah satu rekanan penyuplai pasir dan batu untuk proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) di Lumajang mengatakan pengerjaan jelas terganggu dengan penutupan tambang pasir ini. "Padahal, pekerjaan JLS sesuai SPK (Surat Perintah Kerja) harus diselesaikan 15 November. Dengan penutupan ini, kami tidak yakin bisa tepat waktu," kata Jamal Abdullah.

Terkait terdampaknya proyek JLS atas penutupan tambang pasir di Lumajang ini, Dewi J Putriatni Kepala Energi dan Sumberdaya Mineral Pemprov Jatim menyebutkan, pihaknya belum mendengar informasinya. "Tidak ada laporan ke sana tentang hal itu. Kami belum mendengar proyek JLS terganggu akibat penutupan tambang pasir di Lumajang," ucap Dewi J Putriatni.

Sementara As`at Malik Bupati Lumajang saat menemui ratusan mahasiswa yang menggelar aksi di Kantor Pemkab Jl. ALun-Alun Utara, menyatakan bahwa hasil evaluasi perizinan akan segera diumumkan Pemprov Jatim.

"Yang jelas, untuk pertambang pasir besi di pesisir selatan akan ditutup. Namun, pertambangan pasir galian C untuk bangunan di DAS (Daerah Aliran Sungai) nantinya akan diizinkan setelah dilakukan penataan," kata bupati.(her/iss/ipg)

(http://www.suarasurabaya.net)

Thursday, January 29, 2015

Pemkab Sleman Keruk Rp 500 Juta Per Bulan

Pemkab Sleman Keruk Rp 500 Juta Per Bulan


Laporan Reporter Tribun Jogja, Catarina Binarsih
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pengerukan pasir di sejumlah sungai yang berhulu di Gunung Merapi memang diizinkan Pemerintah Kabupaten setempat. Dalih yang tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Sleman No 284 tahun 2011, penambangan itu diharapkan mempercepat normalisasi sungai setelah erupsi.
Pada Selasa (31/7/2012) hari ini, kebijakan normaliasasi sungai itu sudah habis masa berlakunya. Jika pemerintah desa ingin melakukan normaliasasi, harus mengajukan permohonan lagi sebelum 31 Juli. Hingga kemarin, yang mengajukan hanya Pemerintah Desa Kepuharjo.
Kepala Bidang Pertambangan Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman, Purwanto, mengatakan, di Kepuharjo tumpukan material vulkanik masih besar, sehingga masih dibutuhkan normalisasi.
"Tetapi kami lakukan verifikasi, apakah daerah tersebut masih bisa dilakukan normaliasasi atau tidak. Sebab jika tanpa verifikasi, tidak tahunya sudah tak banyak tumpukan material erupsi, maka bisa menganggu keberadaan tanggul," katanya.
Selain melakukan verivikasi terhadap kondisi sungai, Pemkab Sleman juga mengawasi waktu penambangan. Sesuai SK Bupati, penambangan hanya berlangsung pukul 04.00 hingga 19.00.
Berdasarakn beberapa pertimbangan itu, pada periode awal, ada beberapa desa yang ditunjuk untuk mengelolah penambangan pasir Merapi, utamanya desa-desa yang berada di bantaran sungai yang berhulu di di Puncak Merapi.
Sejumlah desa yang mendapatkan izin melakukan penambangan untuk normalisasi, diminta mengelolah pungutan retribusi angkutan.  Sesuai Peraturan No 37 tahun 2011, retribusi angkutan material dibedakan tiga, yakni untuk truk pengangkut pasir karkal dikenakan Rp15.000, truk pengangkut batu berukuran sedang Rp 7.500 dan truk pengangkut batu berukuran besar Rp 24.000.
Dari hasil pemungutan itu, Sebagian uang itu, disetorkan ke Pemkab. Kepala Bidang Pendaftaran dan Pendataan Dinas Pendapatan Dearah Kabupaten Sleman, Haris Sutarta, mengatakan, biasanya pemerintah desa menyetrokannya ke Pemkab sehari sekali, atau seminggu sekali atau dua minggu sekali.
Hingga 24 Juli, pendapatan yang masuk dari retribusi normalisasi sungai mencapai Rp 3,6 miliar lebih. Pemasukan itu antara lain dari desa Kepuharjo, Agromulyo, Glagaharjo, Mardikorejo, Wukirsari dan Hargobinangun. Dengan demikian, rata-rata pendapatan Pemkab Slemen per bulan lebih dari Rp 500 juta.
"Jumlah yang disetorkan ke Pemkab tak sama, tergantung dari hasil di lapangan. Kami juga tidak ada target pendapatan bulanan. Namun dalam satu tahun kami tergetkan ada Rp 5 miliar," kata Haris.
Dengan sisa waktu enam bulan sampai Desember 2012, Haris optimistis, target Rp 5 miliar itu bisa didapat. "Semoga targetnya tercapai," tambanya.
Sementara itu, Kabid Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Pemkab Klaten, Andrainto, mengatakan, pihaknya memberlakukan pajak bagi truk galian C yang melalui Klaten.
"Kalau tidak ada yang membawa bukti pajak dari Sleman, kami pungut. Kalau membawa, tidak bisa dipungut," ucapnya.
Dijelaskan, target PAD dari retribusi galian C pada tahun ini diturunkan. Sebab, mayoritas pengambilan pasir Merapi di kawasan Sleman. Sehingga yang memungut retribusi juga dari Kabupaten Sleman.
"Pada 2012 ini kami menargetkar Rp 1,2 miliar, tapi terpaksa diubah menjadi Rp 620 juta pada perubahan anggaran tahun ini. Kami menghitungnya secara rata-rata dari Januari hingga bulan ini hasilnya menyedihkan," jelasnya, tanpa merinci pendapatan yang diperoleh hingga Juli.
Kabupaten Klaten memiliki tiga pos sebagai tempat pemungutan retribusi pada jalur perlintasan truk galian C. Pos-pos itu terletak di Desa Jiwa (Kecamatan Karangnongko), Dukuh Mipitan (Desa Somokaton, KecamatanKarangnongko), dan Desa Ngedo (Kecamatan Jogonalan).
Untuk mengoptimalkan pendapatan, Pemkab Sleman dan Klaten, berulang kali melakukan razia truk, utamanya untuk menertibkan jumlah muatan. "Saat razia, rata-rata kami menilang sekitar 30 truk. Biasanya mereka melebihi batasan opersional normaliasasi dan muatan tonase," ujar Kepala Bidang Pertambangan Dinas SDAEM Sleman, Purwanto.
Meski sudah selalu ada 30 truk yang bisa diamankan, namun razia yang selama ini dilakukan dirasa tidak efektif. Sebab, jika ada sopir truk yang kena tilang, dia akan memberikan informasi kepada temanya. Wal hasil, banyak truk menunggu petugas bubar baru melintas.
"Petugas kesulitan menindak, karena kucing-kucingan dengan sopir truk," ungkap Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubkominfo Kabupaten Sleman, Sulton Fahtoni. (tim)